Tuesday, May 24, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsPelatihan Literasi UPA Perpustakaan STPN Yogyakarta

Pelatihan Literasi UPA Perpustakaan STPN Yogyakarta

bernasnews.com — Unit Penunjang  Akademik (UPA) Perpustakaan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta kembali mengadakan acara pelatihan Peningkatan Kemampuan Literasi bagi Sumber Daya Manusia (SDM) perpustakaan sekolah tinggi ini. Pelatihan ini  memiliki  tujuan untuk mengasah dan  meningkatkan kemampuan literasi pustakawan dan pengelola perpustakaan.

 Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di Hotel Khas Tugu Yogyakarta pada  Jumat (1/4/2022). Pelatihan ini  dihadiri oleh Kepala UPA Perpustakaan STPN Yogyakarta Yoseph Nai Helly, S.Si.T., M.A. Peserta Pustakawan yaitu Ismandiyah, S.H., Martinho Magno, S.ST., Tri Endah Mulyani Budi Lestari, S.Pd., Suharyono Wibisono, A.Ptnh., dan Antonio Tilman, S.Si.T., S.H., M.Hum. Sedangkan peserta Pengelola Perpustakaan terdiri dari Siswanto Putro, S.E., Sujilah, S.H., Ety Kusummanningsih, S.P., S.ST., Mujiana Suryanto, Ahzan Mustofa, S.Kom., dan Nadia Dwi Putri, S.I Pus.

Kepala UPA Perpustakaan STPN Yogyakarta Yoseph Nai Helly sambutannya, mengatakan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca, menulis, dan berhitung. Melainkan lebih jauh dari itu yakni menguasai, memahami berbagai hal yang berkaitan dengan Ilmu, pengetahuan, dan pengalaman untuk menjawab tantangan dalam kehidupan yang semakin maju.

Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber praktisi pers dan pegiat literasi Y.B. Margantoro. Narasumber memulai dengan perkenalan serta mengajak peserta untuk menulis tentang apa yang akan dibicarakan pada pelatihan tersebut. Menurut dia, setiap orang memiliki peluang untuk menulis. Menulis apa saja yang diminati baik pengetahuan ataupun pengalaman sehari-hari seperti biografi, dan sebagainya.

Kegiatan menulis bagi pustakawan merupakan kegiatan wajib yang harus selalu ditingkatkan,  agar  mereka  menghasikan tulisan yang memenuhi standar  dan berkualitas. Para pustakawan dan pengelola perpustakaan diharapkan dapat  berperan dalam menyumbangkan karya tulisnya berupa ide, pemikiran yang dituangkan dalam tulisan yang bermanfaat untuk banyak orang maupun institusi STPN maupun Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Menulis bagi pustakawan sangat penting untuk meningkatkan karir dan eksistensi pustakawan itu sendiri sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2014 tentang Jabatan Pustakawan, Fungsional Pustakawan,  dan Angka Kreditnya.

Peraturan ini melengkapi  Peraturan Bersama Kepala Perpustakaan  Nasional Republik Indonesia dan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 8 Tahun 2014 dan Nomor 32 Tahun 2014 tentang  Ketentuan  Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Peraturan bersama ini,  memuat pokok-pokok yang harus diikuti oleh semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan Jabatan Fungsional Pustakawan.

Pustakawan sebagai pejabat fungsional, akan naik Pangkat/Jabatan  setingkat lebih tinggi dengan memenuhi unsur pengembangan profesi yang dapat diperoleh dari membuat karya tulis atau karya ilmiah.  Apabila unsur pengembangan profesi  tidak terpenuhi,  maka kenaikan Pangkat atau Jabatan akan terhambat dengan sendirinya.  

Mengingat begitu pentingnya peran  menulis untuk memenuhi unsur  pengembangan profesi dan karir Jabatan Fungsional  Pustakawan, maka UPA Perpustakaan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakartta berupaya meningkatkan kemampuan literasi bagi para pustakawannya  secara berkesinambungan. (Ismandiyah, S.H.,  Pustakawan Muda Perpustakaan STPN Yogyakarta)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments