Home Pendidikan Pelatihan Aplikasi Mendeley bagi Pengelola Jurnal di UWM

Pelatihan Aplikasi Mendeley bagi Pengelola Jurnal di UWM

440
0
Peserta Pelatihan Aplikasi Mendeley bagi para Pengelola Jurnal di lingkungan UWM, Senin (20/7/2020), di ruang pertemuan LPPM, Kampus UWM, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Meningkatnya kebutuhan jurnal bereputasi perlu dibarengi dengan bertambahnya ketrampilan dan pemahaman pengelola jurnal dalam pengelolaan referensi jurnal. Demikian disampaikan Dr Oktiva Anggraini, SIP, MSi, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Widya Mataram (UWM) dalam penyelenggaraan Pelatihan Aplikasi Mendeley bagi para Pengelola Jurnal di lingkungan UWM, Senin (20/7/2020), di ruang pertemuan LPPM, Kampus UWM, Yogyakarta.

Secara umum, salah satu permasalahan yang dihadapi para dosen pada saat menyusun draft jurnal adalah menemukan referensi yang relevan dan penelitian yang mendukung karyanya. “Sebagaimana diketahui bahwa Mendeley adalah suatu perangkat lunak yang berbasis open sources yang berfungsi untuk sebagai manajer referensi, salah satunya dengan pembuatan sitasi dan daftar pustaka secara efisien dan sistematis,” ungkap Oktiva Anggraini.

Pelatihan tersebut menghadirkan pembicara Purwoko, MA, selaku Kepala Perpustakaan Fakultas Teknik UGM. Diikuti para pengelola jurnal di lingkungan UWM, peserta merupakan wakil tiap fakultas dan prodi. Sekaligus para pemimpin redaksi diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan ketrampilan yang diperolehnya di lingkup masing-masing.

Menurut Purwoko, penguasaan pengelolaan referensi dengan Mendeley akan meningkatkan mutu penulisan jurnal. “Dalam konteks pengelola jurnal, ketrampilan ini akan menunjang kinerja pengelola dalam menghadirkan jurnal yang lebih berbobot,” tegas Purwoko.

Terdapat enam jurnal yang dikembangkan saat ini, Jurnal Widya Pranata Hukum, Jurnal Arsitektur Pendapa, Jurnal Populika, Jurnal Agrotech, Jurnal Ilmiah Padma Srikreshna dan Jurnal Rekayasa Industri. “Target jangka panjang dari kegiatan ini adalah meningkatkan daya saing dosen UWM serta nilai akreditasi perguruan tinggi,” pungkas Oktiva. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here