Home News Pelantikan Pengurus FKMSB Yogyakarta Diisi Pidato Kebangsaan Idham Samawi

Pelantikan Pengurus FKMSB Yogyakarta Diisi Pidato Kebangsaan Idham Samawi

520
0
Pengurus baru Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) Wilayah Yogyakarta, periode 2020-2021 usai pelantikan foto bersama Drs. H. M. Idham Samawi, Anggota DPR RI 2019-2024 (tengah), Sabtu (1/8/2020). Foto: Istimewa.

BERNASNEWS.COM — Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) Wilayah Yogyakarta dengan mengangkat tema “Integrasi FKMSB yang Edukatif dan Inofatif” melantik pengurus baru periode 2020-2021, Sabtu (1/8/2020), di Hotel Matahari, Jalan Prangtritis, Yogyakarta.

“Dengan tema tersebut bermaksud bahwa Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar mampu untuk menghubungkan atau mengintegrasikan budaya yang baik dan memproduksi budaya yang baru yang jauh lebih baik,” papar R. Naufalul Khoir selaku Koordinator yang baru terlantik.

Menurut Naufalul, kepengurusan periode ini mempunyai tujuan untuk bagaimana membentuk kader FKMSB yang mempunyai rasa kemandirian. “Selain itu, FKMSB Wilayah Yogyakarta berperan  penting untuk bagaimana mendidik atau mengedukasi anggota secara keseluruhan,” ungkapnya.

Terlepas dari hal itu, lanjut Naufalul, tujuan utama kepengurusan FKMSB periode ini adalah mengabdi dan melahirkan budaya yang baru yang lebih baik. “Harapannya, dalam menjalani estafet kepengurusan tentunya ada kerja sama baik dari anggota, pengurus dan juga Majelisun Nadwah, sehingga tema yang diangkat benar-benar teraplikasikan,” imbuh Naufalul.

Drs. H.M Idham Samawi, Anggota DPR RI 2019-2024. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Muhammad Affan sebagai Ketua Majelisun Nadwah juga berharap agar kepengurusan periode ini menjaga dan mempertahankan nilai-nilai kepesantrenan mengingat organisasi FKMSB ini adalah organisasi mahasiswa yang berlatar belakang santri.

Acara prosesi pelantikan itu juga diisi pidato kebangsaan dengan tema “Refleksi Nilai-Nilai Pancasila dalam Membangun Ukhuwah di Era New Normal”, oleh Drs. H. M. Idham Samawi. Dalam pidatonya Anggota DPR RI 2019-2024 ini menjelaskan, bahwa Pancasila dibentuk secara pemusyawaratan, dengan demikian jika ada oknum yang ingin mengubah nilai-nilai dalam Pancasila itu adalah sebagian dari orang yang tidak waras.

“Pertama, ketidak pahaman oknum tersebut terkait apa itu sebenarnya Pancasila. Faktor yang kedua, oknum tersebut lupa akan sejarah bahwa terbentuknya Pancasila tidak ada maksud kepentingan pribadi, akan tetapi Pancasila menjadi ideologi negara untuk mensejahterakan masyarakat dan bangsa,” tegas Politisi PDI Perjuangan itu. (nun/ ted)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here