Sunday, August 14, 2022
spot_imgspot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsPelaku Penendang Sesaji di Lumajang Ditangkap, Acara 1.000 Takir & Dupa untuk...

Pelaku Penendang Sesaji di Lumajang Ditangkap, Acara 1.000 Takir & Dupa untuk Semeru Batal

BERNASNEWS.COM – Acara budaya yang bertajuk 1.000 Takir & Dupa untuk Semeru yang sedianya akan digelar di Pemandian Jarit, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada 21 Januari 2022 pukul 13.00 WIB, batal digelar. Pembatalan dilakukan karena oknum pelaku penendang sejaji di Lumajang beberapa waktu lalu itu sudah ditangkap oleh aparat kepolisian.

PEMBERITAHUAN……Dengan sudah tertangkapnya oknum pelaku penendangan sesaji di Lumajang dan yang bersangkutan telah meminta maaf, maka sudah selayaknya kita sebagai sesama manusia memaafkan, namun terkait proses hukum kita pasrahkan kepada aparat penegak hukum.Terkait hal tersebut di atas, maka acara 1.000 Takir dan Dupa untuk Semeru, DIBATALKAN. Salam….Indonesia Berbudaya,” demikian pengumuman panitia acara 1.000 Takir & Dupa untuk Semeru yang diterima Bernasnews.com dari Bagong, narahubung panitia penyelenggara acara tersebut, Jumat 14 Januari 2022 siang.

Sebelumnya, panitia berencana mengadakan acara budaya untuk menyikapi tindakan oknum penendang sesaji di Lumajang tersebut. Bahkan panitia sudah menyebarkan ajakan, undangan atau himbauan kepada komunitas seniman/ budayawan/ pimpinan komunitas budaya/ pimpinan group kesenian/ admin WAG kebudayaan dan admin FBG kebudayaan.

Acara tersebut dilakukan merespon tindakan oknum yang membuang sesaji di Lumajang. “Kepada : Seniman/ Budayawan/ Pimpinan Komunitas Budaya/ Pimpinan Group Kesenian/ Admin WAG Kebudayaan/ Admin FBG Kebudayaan. Salam Budaya. Merespon tindakan oknum yang membuang sesaji di Lumajang, mari kita sikapi dengan aksi nyata di dunia nyata tidak hanya di dunia Maya dalam satu agenda budaya yang bertajuk “1.000 TAKIR & DUPA UNTUK SEMERU”. Mohon partisipasi aktiv para budayawan untuk mengikuti dan terlibat langsung agar keberadaan para penekun budaya tidak dipandang sebelah mata oleh segelintir oknum intoleran. Peserta hadir 1 jam sebelum acara dimulai,” demikian undangan yang beredar luas grup-grup whatspp yang juga diterima Bernasnews.com pada Jumat 14 Januari 2022.

Ketika Bernasnews.com mengonfirmasi kebenaran undangan tersebut melalui nomor HP narahubung yang tercantum dalam flyer acara, narahubung yang mengaku bernama Bagong menjawab singkat: batal. Ketika ditanya alasan pembatalan, Bagong merespon dengan mengirimkan pemberitahuan pembatalan acara tersebut seperti tercantum di atas.

Dalam undangan itu sendiri dicantumkan beberapa ketentuan, yakni setiap kelompok/komunitas dianjurkan membawa tumpeng, selanjutnya dilakukan Kembul Bojana. Selain itu, masing-masing peserta membawa 5 takir berisi ubarampe sesaji (bunga, bubur, cok bakal, telur dll). Komunitas maupun pribadi dipersilahkan apabila ingin membawa sesaji buah-buahan lainnya serta memakai busana adat atau seragam komunitas, sementr 1.000 batang dupa disiapkan panitia.

Namun, setelah diketahui oknum penendang sesaji di Lumajang itu ditangkap polisi, panitia pun membatalkan acara tersebut. Seperti dikutip Bernasnews.com dari sebuah sumber, oknum pelaku pembuang dan penendang sesajen di lokasi terdampak erupsi Semeru bernama Hadfana Firdaus, tertangkap di Bantul, DIY.

“Iya betul (Hadfana tertangkap). Alhamdulillah berhasil diamankan,” ujar Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno dikutip Bernasnews.com dari sebuah sumber, Jumat (14/1/2022). (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments