Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsPelaksanaan MBKM, IST AKPRIND Lakukan Proyek Kemanusiaan Erupsi Semeru

Pelaksanaan MBKM, IST AKPRIND Lakukan Proyek Kemanusiaan Erupsi Semeru

BERNASNEWS.COM — Institut Sains & Teknologi AKPRIND (IST AKPRIND) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan PPDG dan Teori Medan Peta Kompas, Sabtu (15/1/2022), di Posko SAR Pemantauan Gunung Merapi, Pos Aju Kalikuning Grogol, Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Kegiatan tersebut dalam rangka mempersiapkan mahasiswa untuk melaksanakan proyek kemanusiaan bencana erupsi Gunung Semeru, di Lumajang, Jawa Timur. Seperti yang telah diketahui kejadian erupsi atau meletusnya Gunung Semeru pada tanggal, 4 Desember 2021 lalu mengakibatkan sejumlah korban luka dan meninggal juga kerusakan hunian warga sekitar.

Suasana pelatihan terkait pengenalan alam dan kebencanaan di Posko AJU, Kalikunging, Cangkringan, Sleman. (Foto: Istimewa)

Oleh karena itu, IST AKPRIND Yogyakarta sangat antusias dalam menumbuhkan aksi membantu sesama. Wujud aksi kemanusiaan merupakan bagian dari menumbuhkan rasa empati mahasiswa. Proyek kemanusiaan ini dapat dikonversi sebagai mata kuliah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) setara dengan 20 SKS sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan.

Sementara tujuan kegiatan pengiriman mahasiswa proyek kemanusian ini antara lain, 1) Melaksanakan program MBKM Proyek Kemanusiaan untuk memberikan kesempatan pada mahasiswa memiliki kompetensi dan talenta belajar di luar kampus selama satu semester.

2) Melakukan kegiatan membantu pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana semeru bersama BPBD Lumajang baik dalam bidang Pendidikan, pemulihan trauma bencana, perbaikan sarana dan prasarana serta menumbuhkan semangat berwirausaha pasca bencana.  

“Manfaat yang diharapkan dari program kemanusiaan ini, agar kondisi masyarakat terdampak bencana segera pulih seperti sedia kala dan dapat beraktivitas lagi secara normal kembali,” terang Aji Pranoto didampingi Bambang Kusmartono, Samuel Kristiyana dan Siti Saudah selaku Dosen Pembimbing Satgas Bencana Semeru.

Seorang instruktur SAR sedang memaparkan tentang kebencanaan kepada mahasiswa IST AKPRIND peserta program kemanusiaan Semeru. (Foto: Istimewa)

Menurutnya, mahasiswa bisa mengamalkan ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan di kampus untuk diterapkan dalam kehidupan nyata di masyarakat, khususnya yang terdampak bencana. “Kampus dan instansi pemerintah daerah terkait bisa melakukan kerjasama,” ungkap Aji Pranoto dalam rilisnya.

Berikut kegiatan yang akan dilakukan oleh mahasiswa IST AKPRIND peserta program kemanusiaan erupsi Semeru yaitu Program Mengajar di Sekolah, dengan sasaran program sekolah formal dan informal pada lokasi terdampak Kecamatan Candipuro. Trauma Healing sasaran program anak usia pendidikan dasar dan menengah.

Sementara program phisik berupa pengolahan air bersih masyarakat berdampak yang kesulitan air bersih, instalasi listrik rumah tangga dan rekondisi fasum Huntap/ Huntara Relokasi Pemukiman. Sistem komunikasi radio terpadu sasaran di Posko Kendali Kebencanaan. Juga pembuatan batako, paving blok tempat di Posko Kendali Kebencanaan, serta pembuatan kolam terpal lele. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments