Home News Pelajar Tewas Dikeroyok, 9 Orang Diamankan

Pelajar Tewas Dikeroyok, 9 Orang Diamankan

699
0
Kapolda DIY Irjen Pol Ahmas Dhofiri saat menghadiri acara peresmian RS Internasional UII di Bantul, Selasa (24/9/2019). Foto: erly

BERNASNEWS.COM – Aparat kepolisian berhasil menangkap dan mengamankan 9 orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan terhadap EG (17), seorang pelajar SMK di Kota Yogyakarta. Ke-9 terduga pelaku penganiayaan tersebut merupakan pelajar dari beberapa sekolah dan masih di bawah umur.

“Meskipun masih di bawah umur namun karena melakukan tindakan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal maka akan tetap diproses secara hukum pidana yang berlaku,” Irjen Pol Ahmad Dhofiri, Kapolda DIY, kepada wartawan di sela-sela acara peresmian RS internasional UII di Bantul, Selasa (24/9/2019).

Menurut Kapolda DIY, jika ancaman hukuman di atas 7 tahun maka proses hukum tetap dilakukan. Ia mengaku bisa dilakukan diversi, namun karena masih anak-anak maka proses peradilan mengacu pada Sistem Peradilan Pidana Anak. “Pemeriksaannya juga sendiri, tahanan juga sendiri sesuai dengan hukum pidana anak,” tambah Kapolda seperti dilansir kumparan.com/tugujogja.

Dikatakan, aksi tersebut bermuara pada keberadaan geng di sekolah. Meski ada sedikit pemicu pada pertandingan futsal yang diikuti sebelum terjadi penganiayaan, namun menurut Kapolda, pemicu sebenarnya adalah adanya geng sekolah. “Pelaku itu dari beberapa sekolah,” ujar Kapolda DIY.

Seperti dikutip dari kumparan.com/tugujogja, EG (17), siswa kelas XII salah satu SMK di Yogyakarta, meninggal usai dikeroyok oleh segerombolan pemuda, Minggu (22/9/2019). EG meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wirosaban, Kota Yogyakarta akibat luka tusukan pisau di perutnya. Polisi telah mengantongi identitas sembilan orang yang diduga melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan EG meninggal dunia. Empat di antaranya telah berhasil diringkus pada Minggu (22/9/2019) malam dan 5 lainnya diamankan Selasa (24/9/2019).

Kapolresta Yogyakarta Kombespol Armaini menuturkan peristiwa pengeroyokan terjadi Minggu (22/9/2019) sekitar pukul 16.30 WIB. Awalnya, korban bersama rekannya menyusuri Jalan Parangtritis usai menyaksikan pertandingan futsal yang diikuti tim dari sekolahnya.

Saat keluar dari lapangan futsal menuju Yogyakarta, korban merasa diikuti. “Korban langsung dipepet gerombolan menggunakan 5 sepeda motor. Kunci motor korban langsung dirampas,” kata Armaini kepada awak media, Senin (23/9/2019). Namun, nahas, teman korban berhasil kabur dari kepungan gerombolan pemuda tersebut, tetapi korban terjebak di lokasi pencegatan. Akibatnya, korban menjadi korban pengeroyokan para pelaku. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here