Home Pendidikan Pelajar dan Masyarakat Perlu Belajar Robot Sejak Dini

Pelajar dan Masyarakat Perlu Belajar Robot Sejak Dini

656
0
Ketua Program Studi Teknik Elektro UII Yusuf Aziz Amrulloh ST M.Eng PhD (kiri) didampingi Ketua Pelaksana Lomba Co-Host URC Firmansyah Nur Budiman ST MSc (kedua dari kiri) bersama AI and Robotics Engineer UBTECH Bindran Rivaliano (kanan) didampingi Country Manager UBTECH Chris Zhao (kedua dari kanan) saat memberi keterangan kepada wartawan di Kampus Prodi Teknik Elektro FTI UII, Senin (21/10/2019). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM —Para pelajar maupun masyarakat pada umumnya perlu mengenal dan belajar robot sejak dini. Sebab, suatu saat robot sangat dibutuhkan manusia untuk menyelesaikan pekerjaan yang sulit dilakukan oleh manusia. Bahkan satu saat robot bisa menggantikan tenaga manusia, misalnya menjadi pembantu rumah tangga, menjadi guide dan sebagainya.

“Ke depan ada pekerjaan yang mungkin sulit dilakukan manusia sehingga membutuhkan bantuan robot untuk mengerjakan atau menyelesaikannya dengan instruksi-instruksi dalam bahasa Indonesia. Karena itu belajar merakit dan membuat program robot secara sederhana perlu dilakukan sejak dini,” kata Bindran Rivaliano, AI and Robotics Engineer UBTECH, kepada wartawan di Kampus Prodi Teknik Elektro FTI UII, Senin (21/10/2019).

Hal itu disampaikan Bindran Rivaliano terkait digelarnya Ubtech Robotic Competition yakni kompetisi robot nasional yang diadakan oleh Program Studi Teknik Elektro FTI UII bekerjasama dengan perusahaan Ubtech Robotic (perusahaan robotika dan kecerdasan buatan yang sedang berkembang pesat) dan Story-i.

Menurut Bindran Rivaliano yang didampingi Chris Zhao selaku Country Manager UBTECH, di negara lain sudah masuk revolusi industri 4.0, sementara Indonesia baru mau menuju ke sana. Hal ini terjadi karena Indonesia masih ketinggalan dari sisi teknologi. “Indonesia baru sebatas bisa menggunakan dan merakit, belum bisa memproduksi sendiri. Karena itu, perlu belajar teknologi sejak dini,” kata Bendran.

Ketua Program Studi Teknik Elektro UII Yusuf Aziz Amrulloh ST M.Eng PhD (kiri) didampingi Ketua Pelaksana Lomba Co-Host URC Firmansyah Nur Budiman ST MSc (kedua dari kiri) bersama AI and Robotics Engineer UBTECH Bindran Rivaliano (kanan) didampingi Country Manager UBTECH Chris Zhao (kedua dari kanan) saat memberi keterangan kepada wartawan di Kampus Prodi Teknik Elektro FTI UII, Senin (21/10/2019). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Sementara Ketua Program Studi Teknik Elektro UII Yusuf Aziz Amrulloh ST M.Eng PhD yang didampingi Ketua Pelaksana Lomba Co-Host URC Firmansyah Nur Budiman ST MSc mengatakan, lomba atau kompetisi robot nasional merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan teknologi robotik kepada masyarakat, terutama para pelajar, sejak dini. Hal ini dilakukan selain agar anak-anak tertarik belajar teknologi juga karena sebenarnya menggunakan robot itu sangat mudah. “Ke depan tobot sangat dibutuhkan untuk membantu kehidupan manusia,” kata Yusuf Aziz Amrulloh.

Dalam kompetisi itu, peserta bisa mengenal robot, merakit dan membuat program serta mengenal cara kerja robot. Hal ini terjadi karena ada petunjuk-petunjuk atau instruksi-instruksi yang bisa diikuti. Namun, peserta juga diberi ruang yang sangat luas untuk mengembangkan kreatifitas sehingga tidak terpaku pada petunjuk atau instruksi yang diberikan.

Menurut Ketua Pelaksana Lomba Co-Host URC Firmansyah Nur Budiman ST MSc, kompetisi robot nasional yang ketiga kali diadakan ini sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan teknologi robotika sejak dini kepada masyarakat. Kompetisi yang berlangsung di Gedung GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo Kampus Terpadu UII pada 19-20 Oktober 2019 ini, diperuntukkan bagi pelajar SD dan SMP.

Kompetisi kali ini terbagi dalam empat kategori, yaitu kategori Smart Collector (untuk usia 9-10 tahun), kategori smart compiler (usia 11-12 tahun), kategori Smart Factory (usia 13-18 tahun) dan kategori Soccer Bot (untuk umum meliputi SD dan SMP).

“Animo para pelajar untuk mengikuti lomba terbilang cukup tinggi. Ini terbukti, sebanyak 40 tim dari berbagai SD dan SMP di DIY dan sekitarnya mengikuti kompetisi. Dan juara I dari masing-masing kategori langsung terdaftar untuk mengikuti Ubtech Robotic Competition tingkat nasional di Jakarta,” kata Firmansyah Nur Budiman.

Menurut Yusuf Aziz Amrulloh, kegiatan ini merupakan salah satu bagian implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara Jurusan Teknik Elektro UII dengan Ubtech Robotics. Selain kompetisi ini, MoU juga mencakup bidang riset pengembangan teknologi robotika.

“Dalam waktu dekat, Ubtech dan Teknik Elektro UII akan mengembangkan riset di bidang pengenalan suara (speech recognition) supaya robot bisa berinteraksi dalam Bahasa Indonesia. Dengan prediksi penggunaan robot yang semakin meluas di Indonesia, riset ini akan mempermudah interaksi manusia dan robot. Dengan itu, penggunaan robot dapat dioptimalkan untuk membantu mempermudah keperluan manusia,” kata Yusuf Aziz Amrulloh. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here