Home News Pekan Doa se-Dunia untuk Kesatuan Umat Kristen

Pekan Doa se-Dunia untuk Kesatuan Umat Kristen

881
0
Para pengisi acara Pekan Doa se-Dunia, antara lain Kiki Maria, Helena, Dream Voice, TUC dan lain-lain, sempat berfoto bersama usai briefing di GKJ Gondokusuman, Rabu (14/1/2020). Foto: Anton Sumarjana

BERNASNEWS.COM –pekan Doa se-Dunia (PDS) 2020 diadakan mulai Rabu (22/1/2020) ini. Perayaan ini dilaksanakan dalam bentuk ibadat Ekumene dan penampilan-penampilan orang-orang muda dalam bentuk pujian dan tarian. Kegiatan ini berlangsung di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gondokusuman Jalan Dr Wahidin 40 Yogyakarta, mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB.

PDS 2020 terselenggara atas kerjasama Kevikepan DIY dan Badan Kerjasama Gereja-gereja Kristen (BKSGK) DIY. Vikep DIY adalah Romo Adrianus Maradiyo Pr dan Ketua BKSGK adalah Pendeta Agus Haryanto.

Pekan Doa se-Dunia dimulai Rabu (22/1/2020) di GKJ Gondokusuman Yogyakarta. Foto : Istimewa

Tema PDS 2020 yakni Kebaikan Hati yang Luar Biasa terinspirasi dari Teks (lih Kis 28:2) yang berbunyi, ”penduduk pulau itu sangat ramah kepada kami.” Tema PDS 2020 disiapkan oleh Gereja di pulau Malta, daerah yang ditunjuk oleh teks di atas. Orang-orang yang tinggal di Pulau Malta, waktu itu, menangkap spiritualitas yang menunjukkan kebaikan hati yang tidak biasa.

Secara manusiawi, di antara kita pasti ada hal-hal yang membedakan. Sebagai pengikut Kristus, kita tidak bisa lari dari doa Yesus sendiri. Yesus meminta kita untuk bersatu. eks yang diambil ini adalah bagian dari kisah Paulus yang hendak dibawa ke Roma.

Dalam perjalanan itu, kapal yang dinaiki kandas. Pada Kisah Para Rasul 28: 1-2 dikatakan, “Setelah kami tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu bahwa daratan itu adalah pulau Malta. Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.”

Paulus sungguh mengenang peristiwa ini. Ia mengalami orang-orang yang penuh cinta kasih, meski ia tidak pernah mengenal mereka. Tema ini mengajari umat Kristiani agar memiliki pijakan spiritualitas yang kuat untuk membangun kesatuan dan mewartakan kabar sukacita.

Spiritualitas itu bisa dipelajari oleh orang-orang Malta pada waktu itu yang menunjukkan kebaikan hati yang tidak biasa. Secara manusiawi pasti terdapat hal-hal yang membedakan kita, tetapi sebagai pengikut Kristus, tampaknya kita tidak bisa lari dari doa-Nya yang meminta kita bersatu. Yesus berdoa kepada Bapa, “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku,” (Yoh 17: 21).

Usaha mempertemukan karya kasih Gereja-gereja Kristus perlu menjadi gerakan bersama. Gereja-gereja Paroki tidak boleh lupa akan saudara-saudari dari Gereja-gereja lain yang ada di lingkungannya. Relasi yang tulus perlu dibangun sehingga memungkinkan adanya persaudaraan yang tulus. Pekan doa ini tentu hanya menjadi momen tahunan karena sebenarnya persaudaraan ini perlu menjadi bagian dari hidup sehari-hari kita.

Yesus berdoa kepada Bapa di surga,”Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya, Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku,” (Yoh 17: 21).

Latar Belakang

Pemerintah Indonesia tengah berupaya memantapkan ideologi Pancasila, melawan radikalisme dan intoleransi. Umat kristiani, yang adalah bagian tak terpisahkan dari warga negara Indonesia, diharapkan ikut terlibat dalam membangun persaudaraan dan mendorong persatuan bangsa. Gereja Katolik dan Gereja-gereja Kristen bekerjasama mendorong umatnya untuk lebih terlibat dalam upaya-upaya negara, yakni memantapkan ideologi Pancasila, melawan radikalime dan intoleransi. Kegiatan tahunan ini menjadi wahana perjumpaan umat Kristen Katolik dan Protestan guna menunjang persaudaran anak-anak bangsa.

Dalam PDS 2020 ini Gereja bergerak bersama orang-orang muda. Mereka adalah pilar dalam upaya-upaya membangun persaudaraan ke depan. Gereja Katolik dan Gereja Kristen bergandeng tangan untuk lahirnya generasi-generasi toleran yang mendukung persatuan dan kedamaian di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gerakan PDS 2020 merupakan kesempatan untuk mempererat tali-tali persaudaraan yang memperteguh ikatan persaudaraan. Karena itu, PDS 2020 memberi perjumpaan antar umat Katolik dan Kristen dalam ruang ibadah dan perayaan bersama.

Selain itu, untuk menyiapkan generasi toleran lintas agama dalam ikatan ekumenis. Untuk itu sasaran besarnya adalah anak-anak muda., memberi ruang dialog untuk berbincang lintas gereja dan saling berjumpa di dalam peribadatan dan perayaan bersama serta membangun suasana persaudaraan di antara umat kristiani dalam upaya membangun masyarakat toleran di DIY.

PDS 2020 yang berlangsung di GKJ Gondokusuman Jalanl Dr Wahidin 40 Yogyakarta diawali dengan penampilan anak-anak PAUD Indriasana Baciro dan grup penyanyi anak, Dream Voice. Dilanjutkan ibadat bersama (ekumene), yang diawali dengan perarakan/prosesi. Ada 10 pastor dan 10 pendeta dalam prosesi ini. Khotbah dibawakan oleh Pendeta Kristi dari GKJ Gondokusuman dan Romo Ferdinandus Effendi Kusuma Sunur SJ PhD yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Pusat Pastoral Mahasiswa (PPM) DIY.  

Setelah ibadat ekumene, dilanjutkan ramah tamah. Beberapa artis dan kelompok seni yang memeriahkan acara ini adalahHelena, penyanyi remaja, adalah cucu dari penyanyi jazz terkenal Mus Mujiono, Mona Idol, penyanyi yang lahir dari ajang Indonesia Idol 2018, Persatuan Dayak Lundayeh membawakan tarian “Plefet”, Paduan Suara Tri Ubaya Cakti dan Grup band Voca Latreai, Paguyuban Guru Seni Tari Yogyakarta (Paguseta), Tarian bersama “Gemu Famire” yang dipimpin Bu Vero, Kiki Maria, putri bintang film era 80-an Suzanna. (Monda Saragih,Tim Media dan Publikasi PDS 2020)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here