Home News PDI Perjuangan Gelorakan Semangat Berdikari dari Jogja

PDI Perjuangan Gelorakan Semangat Berdikari dari Jogja

513
0
Suasana Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD PDI Perjuangan DIY di The Rich Hotel Yogyakarta, Minggu (8/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – PDI Perjuangan menggelorakan semangat berdikari di bidang pangan kepada kader maupun masyarakat agar tidak tergantung pada produk impor dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab, seperti kata Bung Karno, rakyat Indonesia akan mengalami celaka, bencana dan malapetaka dalam waktu dekat kalau soal makanan rakyat tidak segera dipecahkan. Karena itu, partai ikut mengurus tentang keanekaragaman pangan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam acara pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD PDI Perjuangan DIY di The Rich Hotel Yogyakarta, Minggu (8/3/2020).

Dalam Rakerda I DPD PDI Perjuangan DIY yang dihadiri sekitar 1.000 peserta, termasuk dua anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Dapil DIY Esti Wijayanti dan Drs HM Idham Samawi itu, Hasto Kristiyanto mengatakan, semangat berdikari harus dimulai dari keluarga, tetangga dan masyarakat dengan memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan kosong lainnya.

Tarian Kridaning Lembu Abrit yang menggambarkan sepak terjang PDIP dalam membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, bela Pancasila dan NKRI memeriahkan acara pembukaan Rakerda I DPD PDI Perjuangan DIY di The Rich Hotel Yogyakarta, Minggu (8/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Menurus Hasto Kristyantoi, partai merasa tergerak mencari solusi untuk mengatasi persoalan-persoalan rakyat. Dan pemerintah tak boleh hadir sebagai sinterklas, tapi harus empowering/ pemberdayaan. “Dari Jogja kami gelorakan semangat berkebudayaan, semangat berdikari. Karena kami tak ingin perut bangsa Indonesia terjajah oleh makanan impor. Kita bisa hidup dari apa yang kita hasilkan,” kata Hasto Kristiyanto dengan berapi-api.

Karena itu, menurut Sekjen DPP PDI Perjuangan ini, saat ini PDI Perjuangan mengundang ahli-ahli gizi, ahli-ahli pertanian, ahli-ahli obat-obatan melalui apotik-apotik hidup ke Kantor PDI Perjuangan untuk ikut memecahkan masalah-masalah rakyat sekaligus memberdayakan rakyat.

“Sekarang yang diundang ke kantor partai bukan lembaga-lembaga survei, tapi yang diundang adalah ahli-ahli gizi, ahli-ahli pertanian, ahli obat-obatan nelalui apotik-apotik hidup. Bagaimana membuat makanan agar-agar anak-anak balita tak kekuarangan gizi dan mencegah stunting,” kata Hasto Kristiyanto.

Dikatakan, partai bergerak agar mampu mencari solusi untuk mengatasi persoalan rakyat. Kader-kader PDIP harus manfaatkan lahan yang tersedia, seperti di Turi, lakukan budidaya bunga krisan dan bisa dikirim ke Bali karena Bali selalu membutuhkan bunga untuk upacara-upacara adat dan keagamaan.

Selain dalam bidang pangan, menurut Hasto Kristiyanto, PDI Perjuangan juga ikut memberdayakan ekonomi rakyat. Ia memberi contoh, di Aceh sudah melakukan panen bunga krisan binaan PDI Perjuangan. Sementara di Kalimantan Tengah membentuk koperasi dan Jawa Timur juga ada program pemberdayaan ekonomi rakyat. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here