Home News PDI Perjuangan Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan

PDI Perjuangan Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan

469
0
Darma, Kuasa Hukum PDI Perjuangan. Foto : kiriman Endro

BERNASNEWS.COM – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gunungkidul meminta kepolisian agar segera mengambil langkah tegas mengusut tindak kekerasanyang terjadi menjelang pemungutan suara Pilkada 2020 Kabupaten Gunung Kidul, Selasa (8/12/2020).

“Kami berharap Polisi bisa bekerja profesional. Tidak terganggu proses penghitungan suara KPU yang sedang berjalan,” kata Endro Guntoro, kader PDI Perjuangan Gunungkidul, kepada Bernasnews.com, Senin (14/9/2020).

Ia menyatakan, kerja profesionalisme Polri sangat dinanti masyarakat. Kerja profesionalis penyidik Polri hendaknya ditunjukkan dengan langkah tindakan cepat tanpa harus menunggu hasil perhitungan suara. Bekerja dalam situasi yang belum ada paslon dinyatakan pemenang menjadi ukuran profesionalisme kerja Polri.

“Jangan sampai hasil penghitungan KPU keluar mengganggu dan menyurutkan langkah Polri. Jangan sampai diketahui pemenang pilkada lalu Polri mlempem dalam menegakkan hukum,” kata tim pemenangan paslon bupati nomor 3 Bambang Wisnu Handoyo dan Benyamin Sudarmadi ini.

Kasus tindak kekerasan itu sendiri terjadi pada 8 Desember 2020 malam menjelang pemungutan suara, Rabu (9/12/2020) menimpa salah seorang pendukung nomor 3 bernama Danuri. Sepulang mengikuti tirakat menjelang hari pemungutan, di perjalanan ia dihadang tetangga seorang bernama M, warga Purwosari, Baleharjo.

Pelaku yang akhirnya telah dilaporkan ke Polri itu berusaha merampas handphone milik Danuri. Tak hanya merampas, M juga membawa paksa Danuri ke rumah DA, ketua pemenangan salah satu paslon di Dusun Tegalmulyo, Desa Kepek, Wonosari.

Danuri akhirnya diambil Satgas PDIP yang datang ke lokasi bersama petugas untuk dikembalikan kepada keluarga dalam keadaan selamat. Danuri mengaku selama dibawa paksa M ke rumah timses paslon tersebut ada tekanan dan upaya paksa untuk mengakui tuduhan bagi-bagi uang. Namun, Danuri tetap menyatakan menolak tuduhan M dan kawan-kawannya.

Danuri yang kini telah mendapat pendampingan hukum PDI Perjuangan mengakui, saat dibawa paksa ke rumah DA juga mendapatkan keberadaan Ketua Panwascam Wonosari IB diantara pelaku.

Darma, kuasa hukum PDI Perjuangan untuk Danuri mengatakan, keamanan kliennya telah menjadi tanggungjawab negara untuk memberi perlindungan. Ia berharap semua pihak yang berkompeten menghentikan berbagai teror terhadap klien dan keluarganya. Apalagi kasus dialami Danuri telah ditangani pihak kepolisan.

“Mari menghormati kasus yang sedang berjalan. Korban telah menguasakan kepada kami, maka segala keperluan menyangkut perkara tersebut melalui saya,” ujar Darma, Kuasa Hukum PDI Perjuangan.

Darma mengatakan, kasus yang dialami kliennya telah dilaporkan kepada pihak berwenang kepolisian dengan aduan perampasan. Darma juga telah menelaah lebih lanjut kasus tersebut kuat untuk ditingkatkan tidak sekadar perampasan handphone melainkan juga dugaan tindak penculikan. “Kami berharap kepolisian mendalami dengan cermat sehingga penetapan pasalnya tepat,” kata Darma.

Sementara itu, disinggung soal hasil pilkada, PDI Perjuangan tetap menghormati proses penghitungan real count di KPU Gunungkidul yang masih berjalan. Endro menampik PDI Perjuangan mengakui kekalahan sebelum ada keputusan resmi KPU.

“Kita optimis. Memang kita tidak ingin mbrebegi (bikin gaduh),” kata Endro bersama petugas BSPN DPC PDI Perjuangan Gunungkidul tengah mengamankan ribuan lembar surat C1. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here