Home News PDI Perjuangan Desak Pemkab Gunungkidul Razia Kotak Donasi Kemanusiaan

PDI Perjuangan Desak Pemkab Gunungkidul Razia Kotak Donasi Kemanusiaan

223
0
Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif DPC PDI Perjuangan Gunungkidul FX Endro Guntoro. Foto : Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – DPC DI Perjuangan Gunungkidul mendukung langkah Polri dan mendesak Pemkab Gunungkidul berani mengambil langkah merazia kotak amal yang diduga menjadi modus penggalangan dana jaringan teroris. Penangkapan puluhan terduga teroris di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk wilayah DIY, pascabom bunuh diri di katederal Makasar pantas diapresiasi sebagai kerja keras Polri.

“Kami mendesak Bupati Gunungkidul Sunaryanta yang memiliki latar belakang militer agar tegas menyikapi banyaknya kotak amal bermodus kemanusiaan untuk penggalangan dana membantu negara konflik seperti Suriah dan Palestina yang ada di warung-warung,” kata Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif DPC PDI Perjuangan Gunungkidul FX Endro Guntoro dalam riis yang dikirim kepada media massa, termasuk Bernasnews.com pada Senin 5 April 2021.

Menurut FX Endro Guntoro, langkah menertibkan kotak amal kemanusiaan yang diduga menjadi sumber dana operasional jaringan teroris saat ini juga marak dijumpai di Gunungkidul seperti warung makan dan warung kelontong. Diduga, hasil penggalangan dana kotak amal donasi kemanusiaan yang pesebarannya di wilayah Gunungkidul ini juga mengalir ke lembaga kemanusiaan yang akhir-akhir ini digrebek Densus 88 Anti Teror Polri dan diamankan sejumlah barang bukti dan penyelidikan lebih lanjut dalam upaya pemberantasan jaringan terorisme.

Kantor DPD PDI Perjuangan DIY di Jalan Tentara Rakyat Mataram, Bumijo, Jetis, Kota Yogyakarta. Foto : Dok DPD PDI Perjuangan DIY

Menurut Endro, langkah menertibkan kaleng dengan modus aksi kemanusiaan Suriah, Palestina, Yaman, ini jauh lebih berguna dibanding safari politik yang akhir-akhir ini gencar dilakukan Bupati Gunungkidul. “Kami mendukung gebrakan menertibkan kotak amal donasi kemanusiaan ini. Ini justru bentuk gebrakan menyelamatkan para usaha kecil dan kelompok ekonomi kreatif. Jangan sampai ketidaktahuan mereka justru dimanfaatkan kelompok-kelompok membahayakan negara dalam penggalangan dana. Pemkab kiranya perlu ambil sikap tegas daripada sekadar safari politik tanpa didapat hasil yang jelas” tegas Endro.

PDI Perjuangan yakin, kelompok UMKM dan pegiat ekonomi kreatif di Gunungkidul yang terlanjur bersedia untuk dititipi kotak atau kaleng amal modus aksi kemanusiaan membantu negara berkonflik ini lantaran tidak tahu menahu peruntukan dan operasionalisasi penggunaan dana yang telah terkumpul.

PDI Perjuangan menilai upaya edukasi dan pembinaan UMKM harus terus dilakukan Pemkab untuk melindungi UMKM selaku pelaku ekonomi kreatif yang bersih dan terbebas dari jaringan kelompok membahayakan Pancasila keberagaman dan keutuhan NKRI.

Vokalis PDI Perjuangan ini menambahkan, masyarakat dapat menyalurkan berbagai donasi kemanusiaan secara cermat dan selektif sesuai jalur yang benar melalui lembaga yang bekerjasama resmi dengan pemerintah yang lebih bisa dipertanggungjawabkan peruntukannya. Demikian halnya, kepentingan penggalangan dana untuk pembangunan tempat ibadah, warga masyarakat Gunungkidul dapat berdonasi langsung ke panitia pembangunan tempat ibadah secara langsung agar bantuan bisa menyasar tepat sasaran.

Sekadar informasi, maraknya kotak amal bermodus donasi kemanusiaan di Gunungkidul ini bukan isapan jempol belaka. PDI Perjuangan telah mendapatkan informasi penggalangan dana diperuntukkan negara Suriah, Palestina dan Yaman dari seorang pemilik warung makan di Wonosari yang tidak tahu menahu peruntukan penggalangan dana.

“Semula beberapa orang datang ke warung untuk menemui saya. Titip kaleng untuk sedekah gerakan kemanusiaan. Bilangnya tiap sebulan sekali kaleng yang terisi akan diambil, lalu nanti ditukar kaleng yang baru yang kosong secara rutin. Awalnya hanya begitu,” tutur pedagang yang minta namanya dirahasiakan alasan keamanan.

Pedagang makanan ini baru mengetahui aksi penggalangan dana rentan dimanfaatkan kelompok jaringan teroris setelah mendengar berita di televisi dibongkarnya modus penggalangan dana kelompok teroris. Setelah mendapat informasi terserbut, secara inisitif pedagang di Wonosari memilih menghentikan kaleng amal donasi kemanusiaan untuk tujuan menarik kepedulian pelanggannya mendonasikan uang. Dari kaleng donasi kemanusiaan itu tertulis donasi kemanusiaan untuk membantu negara-negara yang sedang berkonflik seperti Suriah, Yaman, Palestina dan kelompok di Indonesia. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here