Home News PBN: “Aji Slira Merga Saka Busana”

PBN: “Aji Slira Merga Saka Busana”

435
0
Yossi Riyani (tengah) diapit oleh ibu-ibu dari komunitas Perempuan Bersanggul Nusantara foto bersama saat sebelum acara acara Yossie Riyani “Menyapa” yang ditayangkan secara live streaming dimulai. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Bebasan ajine slira merga busana. Lire pancen busana bisa agawe aruming wanita. Nadyan jejere wanita saka desa…, yang bermakna, bahwa kehormatan seseorang disebabkan dari busana. Ibaratnya busana bisa membuat harumnya wanita. Meskipun sosok wanita dari desa.

Demikianlah penggalan dari sebuah geguritan atau puisi dalam bahasa Jawa, yang dibawakan oleh perwakilan anggota komunitas Perempuan Bersanggul Nusantara (PBN), dalam acara Yossie Riyani “Menyapa” yang ditayangkan secara live streaming, tanggal 8 September 2021, Pukul 19:00 WIB, dari Kafe Redjo-Redjo Joglo Asri, Yogyakarta.

Unjuk kebolehan anggota komunitas Perempuan Bersanggul Nusantara (PBN) dala acara Yossie Riyani Menyapa. (Foto: Istimewa)

Seperti telah diketahui, Yossie Riyani adalah seorang ibu yang berprofesi sebagai youtuber pelantunkan lagu tradisional tembang-tembang Jawa yang konsisten mengenakan busana adat, serta dalam pembuatan konten sering melibatkan komunitas seni tradisi dan pengambilan gambar di obyek-obyek wisata alam.

“Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur karena bertambahnya umur. Bertemakan Yossie Riyani Menyapa, dengan melibatkan teman-teman dari PBN sebagai bentuk promosi pelestarian adat budaya Nusantara,” terang Yossie kepada Bernasnews.com, Jumat (10/9/2021).

Dikatakan, selain unjuk kebolehan dari teman-teman PBN juga ada pentas tari dari Pondok Seni Dika, serta penampilan teman-teman pengamen jalanan. Juga tersedia hadiah bagi pemirsa yang beruntung. “Perwakilan dari PBN hadir dalam acara untuk mempersembahkan geguritan (baca puisi bahasa Jawa) Aji Slira Merga Saka Busana, karya Rekmaseta, dan tembang gambuh,” ujar Yossie.

Pembacaan geguritan atau puisi berbahasa Jawa, berjudul Aji Slira Merga Saka Busana, karya Rekmaseta. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, melalui Yossie Riyani Ketua DPW PBN Yogyakarta Maria Dorothea Titik Lestari menjelaskan, bahwa terbentuknya komunitas Perempuan Bersanggul Nusantara (PBN) atas dasar keprihatinan mulai tersisihnya budaya sanggul dan kebaya di kehidupan sosial era milenial ini.

“Kami di sini memotivasi diri kami sendiri untuk senantiasa setia dan melestarikan budaya murni Nusantara. Kami berusaha menginfluence anak Pertiwi tanpa harus memaksa dan mengintimidasi, hanya yang tergeraklah yang akan sadar untuk memulai mengikuti melestarikan budaya Nusantara tercinta,” ungkap Titik Lestari.

Seperti yang pernah disampaikan oleh ibu kita Kartini, imbuh Titik, bahwa kalau ada satu orang yang memulai pasti akan ada yang mengikuti. “Niat kami tulus tanpa ada kepentingan pribadi atau mendapatkan materi, hanya kecintaan yang mendalam kepada Bumi Pertiwi,” ujarnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here