Home News Bimas Hindu Jateng Gelar Pembinaan Guru Pasraman se-Kabupaten Klaten

Bimas Hindu Jateng Gelar Pembinaan Guru Pasraman se-Kabupaten Klaten

141
0
Pasraman Wisnu Sakti menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi pengurus Pasaraman se Kabupaten Klaten, Sabtu (12/9/2020), di gedung Pasraman Wisnu Sakti, Pura Wisnu Sakti, Tambakan, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Bimas Hindu Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi guru Pasaraman se Kabupaten Klaten, Sabtu (12/9/2020), di gedung Pasraman Wisnu Sakti, Pura Wisnu Sakti, Tambakan, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah.

Ketua Panitia Sruwiyanta, S Ag melalui rilis yang dikirim, menjelaskan, bahwa dalam kegiatan pembinaan ini diikuti oleh 40 peserta dari perwakilan guru pasraman (sekolah dalam agama hindu). Menghadirkan nara sumber, Drs. I Dewa Made Artayasa selaku Pembimas Hindu Jawa Tengah, Jaka Suyitna, S Ag, dan Suyamto, S Ag.

Suasana kegiatan pembinaan bagi guru Pasraman di Kabupaten Klaten, Sabtu (12/9/2020). Foto: Istimewa

“Kegiatan pembinaan guru dilakukan di Klaten karena Kabupaten Klaten merupakan salah satu basis umat Hindu yang lumayan besar di Jawa Tengah,” ungkap Sruwiyanta.

Acara tersebut dibuka resmi dan sekaligus menyampaikan sambutan berupa pesan serta harapan dalam pelaksanaan pembinaan oleh Ketua PHDI Ir. IGG. Hendatra Wisnu, MMR dan Drs. I Dewa Made Artayasa selaku Pembimas Hindu Kapupaten Klaten, serta pembacaan doa pembukaan oleh Tri Wahono, M PdH.

Materi pembinaan yang disampaikan oleh para nara sumber antara, Drs. I Dewa Made Artayasa selaku Pembimas Hindu Jawa Tengah menjelaskan tentang Pasraman yang majeng di musim pandemi. Majeng dari akronim, moderat, akuntable, jernih, ngayomi.

Usai kegiatan pembinaan para nara sumber dan panitia ngubrol santai bersama arkeolog muda Nur Kesawa (kanan nomor 2), di halaman Pura Wisnu Sakti, Tambakan, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

“Diharapkan Pasraman dapat menjadi lembaga yang dapat mengayomi generasi muda Hindu, serta bertanggung jawab atas siswa didiknya untuk dapat bertingkah laku dengan baik dan dapat mengambil peran untuk kemajuan  bangsa Indonesia,” pesan I Dewa Made Artayasa.

Sementara Jaka Suyitna dengan materi membekali diri melawan virus corona, Suyamto dengan materi mekanisme pembelajaran pasraman masa pandemi Covid-19. Pasaraman berasal dari kata asram, yaitu lembaga sebagai tempat proses belajar mengajar mengenai nilai-niai keagamaan Hindu. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here