Home News Pasar Sore KRJ, Menjadi Tujuan Favorit Ngabuburit Masyarakat Yogyakarta

Pasar Sore KRJ, Menjadi Tujuan Favorit Ngabuburit Masyarakat Yogyakarta

617
0
Gerbang masuk ke Pasar Sore Kampung Ramadhan Jogokariyan (KRJ), dari arah timur Perempatan Jalan Parangtritis, Menukan, Yogyakarta. (Foto: Kiriman Eva Mintarsih/ Mahasiswa ASMI Yogyakarta)

BERNASNEWS.COM — Ngabuburit atau menanti saatnya berbuka puasa di bulan Ramadhan, khususnya bagi anak-anak muda tentu sudah menjadi semacam ritual tersendiri. Mereka berkeliling kota untuk membunuh waktu sembari berburu makanan dan kuliner untuk melaksanakan berbuka puasa.

Salah satu tempat yang telah menjadi ikon dan favorit selama ini, yaitu Kampung Ramadhan Jogokariyan (KRJ). Pasar sore yang ada setiap bulan Ramadhan ini berada di sepanjang ruas Jalan Jogokariyan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Pasar sore KRJ menjual berbagai menu makanan dan minuman, banyak pilihan dari varian kuliner kekinian hingga kuliner tradisional. Harganya pun rata-rata tidak begitu mahal dan sesuai dengan kocek masyrakat secara umum.

Masjid Jogokariyan juga ikut bersolek dengan berhiaskan lampion-lampion dari anyaman bambu untuk kemeriahan Ramadahan 1422 H. (Foto: Kiriman Eva Mintarsih/ Mahasiswa ASMI Yogyakarta)

Penyelenggaraan KRJ sangat berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelum pandemic Covid-19, selain menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tepat cuci tangan dan handsanityser di sejumlah titik di sepanjang jalan Jogokariyan.

Kali ini pihak panitia pun membatasi jumlah pedagang hanya menjadi 180 pedagang. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kerumunan. Panitia juga mengatur jarak para pedagang 1,5 meter. Jika ada pedagang yang melanggar prokes maka ijin berjualannya akan dicabut. Para pedagang KRJ mulai berjualan dari sekitar pukul 14:00 WIB sampai dengan 18:30 WIB.

Tidak hanya itu, Masjid Jogokariyan yang fenomenal dengan program-program kemakmuran masjid juga menyelenggarakan buka puasa gratis. Tak heran jika pasar sore KRJ ini setiap harinya selama bulan Ramadhan tidak pernah sepi pengunjung. (Eva Mintarsih, Mahasiswa Prodi Public Relation ASMI Santa Maria Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here