Home Ekonomi Pasar Gentan Kabupaten Sleman Terima Anugerah SNI Pasar Rakyat dari Kemendag RI

Pasar Gentan Kabupaten Sleman Terima Anugerah SNI Pasar Rakyat dari Kemendag RI

114
0
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dr. Jerry Sambuaga menyerahkan Anugerah SNI kepada Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Perindag Sleman Mei Rusmi, Rabu (8/12/2021), di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Setelah melewati proses pendampingan, penilaian dan pemenuhan persyararatan yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI), akhirnya Pasar Gentan, Kabupaten Sleman satu di antara tujuh pasar di Indonesia yang meraih anugerah Sertifkasi Pasar Ber-SNI.

Tujuh pasar yang meraih anugerah tersebut diserahkan kepada, 1. Wali Kota Padang Panjang – Pasar Padang Panjang, 2. Wali Kota Banjarbaru – Pasar Bauntung, 3. Wali Kota Kendari – Pasar Paddy’s Market, 4. Wali Kota Depok – Pasar Cisalak, 5. Wali Kota Bogor – Pasar Gunung Batu, 6. Bupati Belitung Timur – Pasar Gantung, dan 7. Bupati Sleman – Pasar Gentan.

Anugerah SNI ini diberikan secara langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dr. Jerry Sambuaga kepada Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Perindag Sleman Mei Rusmi, Rabu (8/12/2021), di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang yang menjadi tuan rumah  acara penganugerahaan tersebut.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dr. Jerry Sambuaga (tengah) foto bersama staf dan tujuh penerima penghargaan Sertifikasi SNI untuk pasar tradisional. (Foto: Istimewa)

Dengan diraihnya sertifikasi SNI dari Kemendag tersebut, Mei Rusmi berharap akan menjadi motivasi  seluruh pihak untuk dapat bekerja sama menjaga fasilitas pasar dan memberikan pelayanan yang terbaik di pasar. Pasar Gentan berlokasi di Jalan Kaliurang KM 10, Gentan, Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

“Kita jaga fasilitas pasar ini dan kepada para pedagang dapat menyajikan kualitas terbaik untuk para pembeli atau konsonsumennya,” pesan Mei Rusmi.

Sementara itu, Wamendag Jerry mengatakan, bahwa SNI Pasar Rakyat  yang diterima oleh tujuh Kabupaten/ Kota ini, dapat menjadi contoh teladan bagi pasar-pasar di daerah lain. “Tentu tidak hanya sekadar penghargaan, tetapi kelayakan terhadap standardisasi SNI itu sendiri,” ucapnya.

Pihaknya juga meminta adanya gerakan digitalisasi penerapan pembayaran nontunai dengan menggunakan Q-Ris. Disebutkannya, bahwa penggunaan aplikasi Q-Ris itu merupakan bagian dari program Kemendag.

“Penerapan Q-Ris di pasar tradisional ini, program Kemendag. Bila UMKM menggunakannya, sangat bagus. Protokol kesehatan (Prokes) juga terjaga,” ujar Jerry. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here