Home News Paroki Babadan Merawat Kebhinekaan Melalui Silaturahmi Kebangsaan

Paroki Babadan Merawat Kebhinekaan Melalui Silaturahmi Kebangsaan

716
0
Para tokoh masyarakat, aparat keamanan, pemuka agama foto bersama Pastor Paroki St Petrus dan Paulus Babadan Romo Robertus Hardianta Pr dan Wakil Ketua Dewan Paroki St Petrus dan Paulus Babadan Devi Suntoro pada acara silaturahmi kebangsaan di Auala Gereka Babadan, Rabu (1/1/2020). Foto : Istimewa

BERNASENEWS.COM – Banyak cara dilakukan orang untuk merawat kebhinekaan. Dan bagi Gereja Paroki St Petrus dan Paulus Babadan, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengundang tokoh masyarakat, warga, pemuka agama, RT, RW, Dusun hingga aparat keamanan se-Kacamatan Ngemplak dan Cangkringan untuk bersilaturahmi.

Dalam acara bertajuk Silaturahmi Kebangsaan Paroki Babadan: Merawat Kebhinekaan Menjadi Sahabat bagi Semua Orang yang diadakan di Aula Gereja Babadan, Rabu (1/1/2020) itu, hadir sejumlah tokoh masyarakat, pemuka agama dan warga serta berbagai komponen masyarakat Kecamatan Ngemplak pada umumnya dan Desa Wedomartani khususnya. Pastor Paroki St Petrus dan Paulus Babadan Romo Robertus Hardianta Pr didampingi Romo Sigit dan Wakil Ketua Dewan Paroki Juventius Devi Suntoro selaku tuan rumah menjamu para tamu dan sahabat dengan memotong tumpeng.

Pastor Paroki St Petrus dan Paulus Babadan Romo Robertus Hardianta Pr (tengah) bersama sejumlah tokoh masyarakat dan Wakil Kertua Dewan Paroki Babadan Juventius Devi Suntoro (paling kanan), bersiap-siap memotong tumpeng dalam acara silaturahmi kebangsaan di Auala Gereka Babadan, Rabu (1/1/2020). Foto : Istimewa

Dalam sambutan tertulis yang diterima Bernasnews.com melalui Wakil Ketua Dewan Paroki Babadan Juventius Devi Suntoro, Kamis (2/1/2020), Romo Robertus Hardianta Pr mengatakan bahwa acara ini khusus dipersembahkan bagi seluruh komponen Kecamatan Ngemplak pada umumnya dan komponen Desa Wedomartani pada khususnya, yang selalu setia merawat persatuan dan kesatuan NKRI tercinta.

Menurut Romo Hardianta, dari website Polres Sleman, ancaman sabotase dan terorisme masih menjadi prioritas keamanan ibadah misa dengan melakukan pengamanan terbuka bersama dengan pihak gereja. “Kami sungguh bersyukur atas keamanan dan kenyamanan tutup tahun dan membangun semangat kebangsaan di awal tahun,” kata Romo Hardianta.

Romo Robertus Hardianta Pr sedang memotong tumpeng. Foto : Istimewa

Acara diawali doa yang dipimin Romo Sigit dilanjutkan dengan sambutan Romo Hardianto dan kemudian sambutan-sambutan dari tokoh yang hadir yang sekaligus talkshow disusul dengan potong tumpeng dan santap malam bersama dan diakhiri dengan doa penutup.

Menurut Romo Hardianto, acara silaturahmi kebangsaan ini merupakan yang kedua kali diadakan di Gereja Babadan. Sebelumnya, pada 1 Januari 2019 juga diadakan acara yang sama, yang didesain semiformal. Para tokoh masyarakat/pemuka agama yang diberi kesempatan menyampaikan sambutan sekalgis refleksi akhir tahun untuk memberikan gambaran bagi Gereja Babadan apa yang dilakukan pada tahun 2020 agar keamanan tetap kondusif. (lip)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here