Home News Pariwisata DIY Makin Berduka akibat Demonstrasi Massa dengan Kekerasan

Pariwisata DIY Makin Berduka akibat Demonstrasi Massa dengan Kekerasan

796
0
Tugu Pal Putih atau lebih dikenal dengan sebutan Tugu Jogja, merupakan ikoniknya pariwisata Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM – Warga DIY mengutuk dan mengecam keras demonstrasi massa dengan kekerasan di DPRD DIY Jalan Malioboro Yogyakarta, Kamis (8/10/2020). Sebab, aksi demonstrasi tersebut telah menimbulkan banyak kerusakan fasilitas pemerintah, fasilitas kepolisian, fasilitas umum dan tempat usaha masyarakat.

Untuk itu, aparat berwenang harus mengusut dan memproses hukum para pelaku kekerasan. Dan menyerukan kepada massa demonstran untuk menyampaikan aspirasi dengan tertib dan konstitusional serta menghormati hak-hak masyarakat sipil lain, khususnya pemilik/pelaku usaha, di kawasan terdampak aksi massa.

“Kami warga DIY siap turun tangan menghadapi massa demonstran yang bertindak anarkis dan mengganggu/ mengancam ketentraman umum di wilayah DIY. Kami juga meminta negara untuk merespon dinamika politik di masyarakat dengan sigap dengan mengedepankan prinsip keadilan dan mengutamakan kepentingan umum,” tulis Widihasto Wasana Putra, Koordinator Sekber Keistimewaan DIY, dalam pernyataan sikap yang disampaikan kepada media massa, termasuk Bernasnews.com, Kamis (8/10/2020) malam.

Menurut Hasto, sapaan Widihasto Wasana Putra, pernyataan sikap itu didukung sejumlah elemen masyarakat di DIY. Sejak diedarkan secara spontan mulai pukul 19.20 WIB hingga siaran pers ini dibuat pukul 22.30 WIB, sebanyak 651 lembaga/komunitas/personal sudah ikut mendukung pernyataan sikap bersama ini.

Mereka yang mendukung antara lain DPD ASITA DIY, Jaringan Masyarakat Budaya Nusantara, Santri Mataram, Barisan Ansor Serbaguna, Komunitas Otomotif Jogja, Paguyuban Alumni ISI Jogja, DPC Petani Kabupaten Bantul, Asosiasi Museum Barahmus DIY, Padepokan Seni Bagong Kussudiarjo, Jogja Fishing Forum dan sebagainya. “Jumlah penandatangan dipastikan terus bertambah,” kata Hasto.

Dikatakan, pernyataan sikap ini akan dibacakan Jumat (9/10/2020) pukul 10.00 di DPRD DIY dilanjutkan dengan perwakilan masyarakat mendatangi Polresta Yogyakarta untuk memberikan dukungan proses hukum terhadap pelaku anarkis.

Sementara Herman Tony, Sekretaris PHRI DIY, dalam akun facebooknya, menulis : Hari ini (8/10) pariwisata DIY makin berduka. Kampanye protokol kesehatan berbulan-bulan tak ada artinya. Status Herman Tony di akun facebook yang disertai tanda emoji menangis ini untuk merespon aksi anarkistis sejumlah peserta unjukrasa di Gedung DPRD DIY Jalan Malioboro. Aksi ini akan menambah panjang kerusakan citra pariwisata di DIY di masa pandemi Covid-19. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here