Home News Para Petani Anggap Virus Corona Penyakit Orang Kota

Para Petani Anggap Virus Corona Penyakit Orang Kota

650
0
Warga RW 03 Dusun Bromonilan, Desa Purwomartani, Kecamatan menjaga akses masuk keluarga wilayah untuk mencegah penyebaran virus Corona, Senin (30/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Sejumlah petani di Sleman mengaku tidak takut dengan virus Corona asalkan tidak ada orang kota yang datang ke desa. Karena penyebaran virus itu melalui manusia maka mereka berharap untuk sementara orang-orang kota tidak datang ke desa.

“Saya tahunya virus Corona itu penyakit orang kota. Karena itu, kalau orang kota tidak datang ke desa maka virus itu tidak bakal menyebar dan menjangkiti orang-orang di desa,” kata Bu Jupri (kanan), warga Dusun Jomblang, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Minggu (29/3/2020).

Bu Suharmi (kiri) dan Bu Umi, warga Dusun Soman, Desa Selomartani, Kecamatan Ngemplakn tetap bebas ke sawah dan tidak merasa takut dengan virus Corona, Minggu (29/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Menurut Bu Jupri, yang resah dengan adanya wabah virus Corona hanya orang-orang kota. Dan kalau sampai ada orang desa terkena virus Corona itu karena dibawa atau ditularkan oleh orang kota.

Karena virus itu dianggap penyakit orang kota maka menurut Bu Jupri tidak heran kalau sejumlah kampung di Kabupaten Sleman menutup akses masuk-keluar kampung. Warga melarang sementara orang asing atau orang luar kampung masuk ke kampung tersebut untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Bu Broto (pakai caping) dan Bu Jupri (kanan), warga Dusun Jomblang, Desa Selomartani beristirahat di antara tumpukan karung berisi gabah usai panen di lahan persawahan miliknya, Minggu (29/3/2020) pagi. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Hal yang sama diakui Bu Suharmi dan Bu Umi, warga Dusun Soman, Desa Selomartani, Kecaatan Ngemplak. Dikatakan, virus Corona hanya menyerang orang kota karena penduduknya padat dan mobilitasnya tinggi. Sementara di desa tidak terlalu padat dan ruang terbuka hijau masih sangat banyak dan luas sehingga udaranya masih segar dan sehat.

Karena itu, mereka merasa tidak takut dengan adanya virus Corona selama tidak ada orang kota yang datang ke desa saat ini. “Kami tidak takut. Buktinya kami tetap bekerja ke sawah seperti biasa,” kata Bu Sumarmi dan Bu Umi serentak.

Seorang petani di Dusun Dayakan, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan bekerja seperti biasa merawat tanaman terong di ladang miliknya, Minggu (29/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Dari hasil pemantauan Bernasnews.com sejak Sabtu (28/3/2020) hingga Senin (30/3/2020), hampir semua kampung hingga kompleks perumahan menutup akses keluar masuk wilayah tersebut. Mereka memalangi jalan masuk dengan kayu/bambu disertai spanduk besar dengan tulisan seperti “karantina wilayah”, “pembatasan wilayah”, “tutup sementara” hingga istilah kren lockdown.

Sebagian kases masuk keluar wilayah/kampung tersebut dijaga warga bahkan dengan aparat kepolisian dan sebagian lagi tidak dijaga. Akses masuk keluar tersebut hanya bisa dilalui pejalan kaki, sementara kendaraan bermotor seperti sepeda motor apalagi mobil tidak bisa lewat. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here