Papua Design Weeks Berbagi

    362
    0
    Salah satu peserta Papua Design Weeks menyerahkan bantuan kepada warga sebagai salah satu bentuk kepeduliandan realisasi dari kegiatan Papua Design Weeks Berbagi. Foto : Dok Panitia Papua Design Weeks

    BERNASNEWS.COM – Seni dan budaya pada hakikatnya adalah sebuah roh suci, yang menjiwai dan melekat pada segenap sendi-sendi peradaban manusia. Seorang seniman modernis paling berpengaruh di abad ke-20, Marc Chagall, secara lugas pernah mengungkapkan bahwa seni merupakan peta ikonografis bagi kebudayaan dan kemanusiaan.

    Menurut Mac Chagall, seni dan budaya merupakan elemen penting, bahkan dalam proses pengungkapan iman dan kebenaran. Ikonografi seni dan budaya tidak hanya sebatas deskripsi dan interpretasi, namun lebih jauh merepresentasikan esensi dari nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya.

    Dengan kata lain, manusia sebagai subjek-objek dan kemanusiaan sebagai nilai, menjadi pokok- pokok penting dan esensial dalam seni dan budaya.

    Berangkat dari dari pemikiran tersebut, Noken Solutions dan Hati Btari sepenuhnya menyadari bahwa gelaran Papua Design Weeks tidak hadir dalam ruang hampa. Hiruk-pikuk dan gegap gempita rangkaian kegiatan Papua Design Weeks bersamaan waktunya dengan situasi keprihatinan di aras masyarakat akibat pandemi.

    Papua Design Weeks Berbagi menjadi satu agenda khusus, sesuai rencana awal, untuk membumikan diri dengan situasi keprihatinan yang ada,” kata Elna Febi Astuti selaku Ketua Panitia Papua Design Week.

    Dikatakan, agenda ini tidak semata ingin menunjukkan rasa kesetiakawanan terhadap mereka yang terdampak langsung oleh pandemi, namun sekaligus menegaskan bahwa gelaran tidak menisbikan nilai-nilai kemanusiaan.

    Secara teknis, menurut Jhon Kaisma yang merupakan peserta perwakilan dari Kabupaten Mapi (Asmat) Papua, Papua Design Weeks Berbagi akan membagikan paket-paket sembako kepada mereka yang menggantungkan penghidupan ekonominya di jalanan, yakni para tukang becak, tukang parkir, dan pedagang kaki lima.

    Isaskar Saa menambahkan bahwa peserta Papua Design Weeks sangat menyadari bahwa berapapun bantuan yang diberikan tidak akan cukup untuk menyelesaikan persoalan hidup kelompok terdampak, namun setidaknya akan menjadi satu energi positif bagi kebersamaan dalam gerakan solidaritas kemanusiaan.

    Sehingga gelaran seni dan budaya bukan hanya satu aktivitas kolaboratif dan elaboratif simbolik, melainkan juga pemaknaan terhadap nilai dan world of view manusia itu sendiri atas kehidupan. (lip)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here