Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsPancasila sebagai Jati Diri Bangsa Mengandung Nilai Kehidupan Holistik

Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa Mengandung Nilai Kehidupan Holistik

bernasnews.com – Yayasan Riyadhatul Ihsan (YRI) di bawah naungan ISAQ Center menggelar Forum Dialog dengan tema Solusi Murni Holistik Kehidupan Bagi Bangsa Harus Mematangkan Jiwa Berpancasila di Aula Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jalan Imam Bonjol Menteng Jakarta Pusat, Sabtu, 26 Maret 2022.

Acara ini digelar oleh YRI sebagai Penerbit Buku “Pancasila dan Kesaktiannya” karya ke-128 Ibu Susilawati Susmono, yang diterbitkan bulan Maret 2022 (ISBN 978-602-8478-48-9). Forum dialog berlangsung secara luring dan daring diikuti terbatas oleh 66 peserta dari Jakarta, Yogyakarta, Bangka dan Ende.

Dikutip bernasnews.com dari akun instagram @museum.shkss yang diunggah pada Sabtu 26 Maret 2022, dalam buku “Pancasila dan Kesaktiannya”, Ibu Susilawati Susmono menyampaikan bahwa Pancasila yang diwariskan sebagai jati diri bangsa yang mengandung nilai kehidupan holistik (menyeluruh) dan seharusnya Pancasila sudah menjadi kebutuhan bagi setiap anak bangsa, bukan sekedar kewajiban. Untuk itu, perlu mengadakan Forum Dialog dengan para narasumber dari berbagai kalangan untuk bersama-sama mengupayakan agar jiwa Pancasila dapat mengkarakter dalam diri anak bangsa, menjadi identitas bangsa bagi seluruh warga negara yang bhinneka tanpa kehilangan jati diri khasnya masing-masing, sehingga hakikat Merah Putih berkibar di dalam diri yang jiwanya sudah merdeka, tidak menyukai untuk menguasai dan dikuasai siapa pun.

Tema dari Forum Dialog “Solusi Murni Holistik Bagi Bangsa Harus Mematangkan Jiwa Berpancasila” bermakna bahwa jalan keluar di dalam permasalahan bangsa secara keseluruhan membutuhkan kemurnian atau keutuhan sehingga grafik pergerakannya menuju kualitas dapat terukur atau matang jiwanya dalam frame 5 sila dalam Pancasila.

Hj Susilawati Susmono penulis buku yg ke-128 “Pancasila dan Kesaktiannya”. Foto: kiriman Bambang Widodo

Hal ini menjadi jati diri yang tidak bercampur aduk dengan jati diri bangsa lain. Forum Dialog ini dihadiri Analis Kebijakan Ahli Muda Sub Koordinator Urusan Ideologi Negara, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Rakhmat Hidayat mewakili Gubernur Provinsi DKI Jakarta, menjadi narasumber dalam Forum Dialog ini.

Selain itu, Ketua Umum Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY Ki R Bambang Widodo SPd MPd dan Dosen Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada Dra Hj Kartini Parmono M.Hum serta narasumber utama Hj R Ngt Susilawati Susmono, penulis Buku “Pancasila dan Kesaktiannya”. Acara ini dipandu oleh Moderator Vivi S Zabkie SI.Kom, Research Manager dari Katadata Insight Center.

https://www.instagram.com/museum.shkss/

Mengawali Forum Dialog, acara dibuka dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” karya WR Supratman secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Penyelenggara Ir Hj Sandra Rina Sahelangi MBA selaku penerbit. Ia menyampaikan materi pengantar sesuai tema Forum Dialog merujuk kepada gagasan dan pemikiran Ibu Hj R Ngt Susilawati Susmono yang disampaikan di dalam buku “Pancasila dan Kesaktiannya.”

Ketua Panitia Ir Sandra Rina Sahelangi MBA menyerahkan sertifikat kepada Ki Bambang Widodo. Foto: kiriman Bambang Widodo

Acara yang diselenggarakan di tempat bersejarah bagi Bangsa Indonesia ini, juga menampilkan Lagu “Pancasila Sakti Tetaplah Sakti” karya Ibu Hj R Ngt Susilawati Susmono yang diciptakan pada tahun 2010 dengan aransemen musik Alm Idris Sardi. Lagu” Pancasila Sakti Tetaplah Sakti” ini diluncurkan pada tahun 2010 di Gedung Lemhannas saat acara seminar “Pancasila Sakti Tetaplah Sakti” dengan keynote speaker Taufik Effendi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, lagu dinyanyikan oleh Tommy Ali & Kiki Ameera dan sudah menjadi album lagu “Pancasila Sakti Tetaplah Sakti”.

https://www.instagram.com/museum.shkss/

Pada acara ini lagu dibawakan oleh R Ngt Ayu Anjartika S.KPM yang juga bertindak sebagai pembawa acara. Forum Dialog ini juga menyuguhkan puisi “Nasehat Kepada Diriku” karya Ibu Hj R Ngt Susilawati Susmono. Puisi ini dibawakan oleh MenPAN Taufik Effendi, Ratih Sanggarwati & Deddy Mizwar pada tahun 2007 di Gedung Kesenian Jakarta. Pada kesempatan ini puisi tersebut dibawakan lagi oleh Dr Elisa Anggraeni STP MSc dan R Ngt Zuhartina SPd. (*/lip)


spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments