Home Opini Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa

Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa

77
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa dan negara Indonesia memperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Ini merupakan suatu event yang sangat penting, karena memperingati Hari Lahir Pancasila tidak hanya Pancasila bernilai sejarah, namun karena makna yang terkandung dalam setiap butir sila Pancasila merupakan hal yang harus dihayati oleh setiap warga negara Indonesia.

Kita sadari bersama bahwa Pancasila merupakan falsafah hidup nyata bangsa Indonesia, yang harus selalu kita pertahankan, agar negara kesatuan ini tetap dapat berjalan sebagaimana diharapkan oleh para pendiri bangsa ini, dan mampu mewujudkan cita-citanya seperti apa yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Bahkan untuk itu setiap tanggal 1 Juni kemudian pemerintah menetapkan sebagai hari libur nasional.

Sejarah pun telah membuktikan bahwa beberapa kali ada usaha dari berbagai pihak untuk mengganti falsafah bangsa ini, pasti akan menimbulkan kekacauan di sana-sini dan membuat rakyat sengsara. Lantas muncul pertanyaan, apakah sebenarnya tujuan dari peringatan Hari Lahir Pancasila ini?

Secara tegas disebutkan bahwa tujuan dari peringatan Hari Lahir Pancasila ada tiga, yakni : (1) Untuk mengingat Pancasila sebagai pedoman guna melaksanakan tugas dan kewajiban dimanapun kita berada; (2) Untuk mengingat bahwa penerapan butir-butir sila Pancasila dapat menjaga negara dari tantangan Zaman; dan (3) Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan negara Indonesia, yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Ketiga tujuan inilah yang kemudian harus dapat kita teruskan kepada generasi penerus bangsa ini, agar mereka selalu menyadari adanya falsafah bangsa yang kokoh, dan selalu akan mampu menjaga keutuhan negara kesatuan Indonesia yang kita cintai dan kita banggakan.

Tongkat Estafet

Menurut sensus penduduk yang terakhir tahun 2020 bahwa jumlah penduduk Indonesia telah mencapai lebih dari 270 juta orang, bahkan menurut prediksi tahun 2030 prosentase dari penduduk dengan usia 15-50 tahun akan menempati porsi yang paling banyak.

Memperhatikan hal tersebut kiranya menjadi suatu hal yang wajar kalau kemudian para generasi yang tua benar-benar bersedia membimbing dan menyerahkan tongkat estafet kemerdekaan ini kepada generasi berikutnya, terutama para generasi muda, karena di pundak merekalah kemerdekaan ini akan dilanjutkan, sehingga apakah semakin baik atau tidak merekalah yang nantinya dapat melakukannya.

Secara nyata bagaimana generasi tua wajib menekankan adanya falsafah negara yakni Pancasila, yang merupakan falsafah yang benar-benar kokoh yang digunakan untuk mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia dari tantangan zaman. Apalagi pada tanggal 1 Juni ini dunia juga memperingatinya sebagai Hari Anak se-Dunia.

Itulah sebabnya bagaimana kemudian generasi tua mampu menyerahkan tongkat estafet tersebut kepada para anak-anak Indonesia, sehingga menjadi anak-anak yang mengetahui adanya sejarah perjuangan bangsa, yang kemudian melahirkan Pancasila sebagai falsafah fundamental bangsa yang tetap kokoh.

Akhirnya penulis mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, marilah bersama bekerjasama guna memertahankan Bumi Pertiwi ini dari berbagai ancaman yang merongrong Pancasila sebagai falsafah bangsa, yang selalu dapat mempersatukan kita, sehingga negara kita tetap dapat eksis di dunia sebagai suatu bangsa yang besar, dan jangan sampai mudah kita dipecah belah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa dengan Pancasila sebagai tiang pancang utamanya. Semoga. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here