Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeEkonomiPameran Seloka 2022, Wawali: IKM Kain Yogyakarta untuk Peningkatan Ekonomi

Pameran Seloka 2022, Wawali: IKM Kain Yogyakarta untuk Peningkatan Ekonomi

bernasnews.com — Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperinkop UKM) Kota Yogyakarta menggelar Pameran Seni Lokal Kain Kita (Seloka) 2022, selama enam hari mulai tanggal 11 hingga 16 Mei 2022, di Galeria Mall, Yogyakarta.

Pameran Seloka secara simbolis dibuka dengan membunyikan alat musik angklung oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dan Kepala Dinas Disperinkop UKM Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto, Rabu (11/5/2022). Kegiatan ini melibatkan 30 Industri Kecil Menengah (IKM).

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, bahwa potensi IKM kerajinan kain di Kota Yogyakarta untuk peningkatan ekonomi sangatlah besar. Terlebih kalau melihat permintaan pasar di bidang fesyen terhadap kain batik yang kian hari makin bertambah.

“Kerajinan kain batik makin bervariasi dan selalu mengalami perkembangan yang positif. Kreativitas para IKM sangat perlu diapresiasi. Termasuk dalam membuat produk kain batik yang beragam. Tidak hanya pakaian saja, tapi juga diekspresikan menjadi produk tas, sepatu, topi, dan produk fesyen lainnya,” kata dia.

Dikatakan, dengan adanya pameran Seloka ini harapannya bukan sekadar jadi media untuk jualan saja. Tapi lebih dari itu dimanfaatkan sebagai media belajar untuk mengembangkan usahanya. “Juga membangun kerjasama serta networking supaya usaha yang dijalankan bisa naik kelas,” papar Heroe Poerwadi.

Dalam laporannya, Kepala Disperinkop UKM Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto mengungkapkan bahwa, penyelenggaraan pameran Seloka merupakan bagian dari rangkaian program pendampingan IKM Kain di wilayah Yogyakarta. Pendampingan mulai dari sebelum, saat, dan setelah pameran.

“Tujuannya supaya dalam jangka panjang para IKM mampu beradaptasi, bertahan, dan terus berkembang dalam menjalankan usahanya,” beber Tri Karyadi, Rabu (11/5/2022), seperti dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Lanjut dia, sebelum pameran Seloka ini sudah dilakukan pendampingan pada 30 IKM kain berkaitan dengan branding, pemasaran, manajemen usaha, dan sekarang memanfaatkan pameran untuk marketingnya. “Setelah pameran juga masih ada evaluasi, semacam rapor untuk menilai tiap IKM yang terlibat,” pungkas Tri.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Yogyakarta Tri Kirana Muslidatun menyampaikan, bahwa kain yang diproduksi para pelaku IKM makin kreatif. Mulai dari batik shibori, jumputan, lurik, dan ecoprint desainnya makin kaya dan variatif.

“Dari segi desain dan warna sudah sangat beragam. Setelah itu yang perlu dikembangkan lagi adalah packaging atau kemasan akhirnya supaya lebih menarik,” ungkap Anna Haryadi, sapaan akrab Tri Kirana Muslidatun.

“Strategi penjualannya tidak hanya dilakukan secara offline, tapi juga masuk ke pemasaran digital atau online,” imbuh Anna. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments