Home Ekonomi Pak Yadi Delapan Tahun Menekuni Usaha Goreng Tahu

Pak Yadi Delapan Tahun Menekuni Usaha Goreng Tahu

111
0
Kios Tahu Goreng Pak Yadi Raharjo, Jalan Raya Srandakan, Kabupaten Bantul, DIY. Foto diambil Sabtu (13/6/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

BERNASNEWS.COM — Pandemi Covid-19 dampak secara ekonomi benar-benar dirasakan oleh siapa pun, baik masyarakat awam maupun pengusaha atau pebisnis, baik bisnis yang bersekala besar maupun bisnis sekala kecil, sekelas usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Yadi Raharjo yang telah delapan tahun menekuni profesinya sebagai penjual tahu goreng, di Jalan Raya Srandakan, Bantul. Foto diambil Sabtu (13/6/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Seperti halnya yang dirasakan oleh Yadi Raharjo, penjual tahu goreng kepada Bernasnews.com, Sabtu (13/6/2020), mengatakan bahwa adanya wabah Corona (Covid-19) ini sangat besar sekali dampak pada hasil atau omset setiap harinya dalam usahanya berjualan tahu goreng.

“Setiap hari sebelum ada wabah Corona, saya rata-rata dapat menghabiskan bahan tahu murni 10 ember, setiap embernya beratnya 18 kilogram. Namun sekarang ini hanya berkisar 5 ember maksimalnya,” ungkap Yadi Raharjo, di kiosnya, Jalan Raya Srandakan, Kabupaten Bantul, tepatnya di depan Puskesmas Srandakan, Bantul.

Tahu Goreng buatan Yadi Raharjo cocok untuk camilan sembari ngopi atau wedangan teh nasgithel. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Yadi Raharjo menekuni usaha sebagai penjual tahu goreng telah delapan tahun lamanya, kios lapaknya buka setiap hari termasuk hari Minggu, jam 10:00 – 19:00 WIB, libur atau tutup apabila ada kepentingan keluarga. Bahan baku berupa tahu segar setiap harinya disuplai oleh perusahaan tahu murni Ibu. Harti, juga dari kawasan Srandakan, Bantul.

“Hasil penjualan atau omset kotor dari penjualan tahu goreng setiap hari antara Rp 500.000 hingga Rp 700.000. Bersyukur hari-hari terakhir ini omset mulai ada peningkatan. Semoga wabah Corona segera reda sehingga omset penjualan juga kembali seperti semula bahkan bisa meningkat,” harap Yadi Raharjo.

Yadi Rharjo di kios lapaknya setiap hari buka dari jam 10:00 – 19:00 WIB, sebelum pandemi bisa menghabiskan bahan baku tahu murni 10 ember atau 150 kilogram. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Tahu goreng buatan Yadi Raharjo rasanya gurih tanpa tambahan tepung atau bahan lainnya, konsumennya pun tidak hanya dari wilayah Srandakan, Bantul saja, namun juga dari Kulon Progo (Brosot) dan Kota Jogja, serta masyarakat yang sering melintasi Jalan Raya Srandakan. Salah konsumen setianya adalah ibu Sri yang mengaku dari Yogyakarta, yang datang bersama keluarganya untuk mampir membeli dan Bernasnews.com berkesempatan wawancara.

“Setiap melintasi jalan ini entah dari Jogja mau ke Kulon Progo atau sebaliknya dari Kulon Progo pulang ke Jogja saya selalu sempatkan mampir beli tahu gorengnya Pak Yadi ini. Selain untuk camilan di mobil dalam perjalanan, juga terkadang beli untuk oleh-oleh kerabat,” terang ibu berputera dua yang hobi kulineran itu. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here