Home News Pahlawan Masa Kini Tidak Menyebarkan Berita Hoax dan Provokasi

Pahlawan Masa Kini Tidak Menyebarkan Berita Hoax dan Provokasi

61
0
Anak-anak dari Sanggar Musik Biola "Quinta" foto bersama di pelataran Monjali sebelum tampil membawakan lagu-lagu perjuangan pada peringatan Hari Pahlawan di Museum Sejarah Monjali, Minggu (10/11/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Jika dulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa, namun kini untuk menjadi pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi siapa pun bisa menjadi pahlawan dengan cara menorehkan prstasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, membawa harum nama bangsa di mata internasional.

“Menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapa pun warga negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya,” kata Juliari P Batubara, Menteri Sosial RI, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Yudi Pranowo, Plt Kepala Badan Museum Monjali, pada upacara bendera memperingati Hari Pahlawan di Museum Sejarah Monjali Ring Road Utara Sinduadi, Mlati, Sleman, Minggu (10/11/2019).

Para pemain biola dari Sanggar Musik Biola “Quinta” yang berada di lapik sisi barat Museum Sejarah Monjali bersiap-siap membawakan lagu-lagu perjuangan pada peringatan Hari Pahlawan di Museum Sejarah Monjali, Minggu (10/11/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Dalam peringatan Hari Pahlawan 2019 dengan tema Aku Pahlawan Masa Kini itu, Menteri Sosial mengatakan bahwa peringatan Hari Pahlawan dapat meningkatkan kesadaran kita untuk lebih mencintai Tanah Air dan menjaganya sampai akhir hayat. “Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia. Jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggungjawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain. Mari kita maknai Hari Pahlawan dengan wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun negeri menuju Indonesia maju,” ajak Mensos Juliari P Batubara.

Menurut Mensot, peringatan Hari Pahlawan kiranya jangan hanya bersifat seremonial semata, tetapi dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan.

Para peserta upacara foto bersama usai upacara peringatan Hari Pahlawan di Museum Sejarah Monjali di Ring Road Utara Sinduadi, Mlati, Sleman, Minggu (10/11/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Dengan menjadikan diri kita sebagai pahlawan masa kini, menurut Mensos, maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi. Untuk itu, kita terus berupaya memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari segenap insan masyarakat Indonesia.

Peringatan Hari Pahlawan di Museum Sejarah Monjali, Minggu pagi, berlangsung hikmat. Upacara bendera yang diikuti seluruh karyawan/karyawan Museum Monjali beserta sejumlah pelajar dari sejumlah sekolah dimeriahkan dengan musik biola dari Sanggar Musik Biola “Quinta” Yogyakarta dengan membawakan lagu-lagu perjuangan. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here