Tuesday, May 24, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsPagelaran Wayang Kulit, Sebagai Wujud Interprestasi Nilai Luhur Budaya Jogja

Pagelaran Wayang Kulit, Sebagai Wujud Interprestasi Nilai Luhur Budaya Jogja

bernasnews.com — Sebagai kota yang dominan akan budaya, Yogyakarta terus berupaya menjaga dan melestarikan beragam kebudayaan yang telah diwariskan. Hal tersebut juga merupakan kiat-kiat untuk menjaga keutuhan nilai-nilai luhur Budaya Jawa.

Salah satu upaya menjaga kelestarian budaya yang ada di Kota Yogyakarta serta sebagai wujud interpretasi nilai-nilai luhur budaya Jogja, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Pergelaran Wayang Kulit dengan Lakon Gatotkaca Winisuda.

Pagelaran wayang dengan Dalang Hendy Prasetyo, dilaksanakan pada hari Rabu 30 Maret 2022, pukul 19:30 WIB, bertempat di bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2018 yaitu nDalem Notoyudan, Jalan Notoyudan GT II/1303, Kelurahan Pringgokusuman, Kemantrens Gedongtengen, Kota Yogyakarta.

Pergelaran wayang kulit kali ini selain menghadirkan 3 sinden berbakat yaitu Yuli Cahyani, Agnesia Nandasari, dan Oryza Widyasari. Juga ada spesial performance Sinden bertalenta, Elisha Orcarus Allasso.

Pagelaran Wayang Kulit oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta bekerjasama dengan PEPADI Kota Yogyakarta menghadirkan 3 sinden berbakat yaitu Yuli Cahyani, Agnesia Nandasari, dan Oryza Widyasari serta spesial performance Sinden bertalenta, Elisha Orcarus Allasso. (Foto: Istimewa)

Acara ini dihadiri oleh Mantri Pamong Praja Kemantren Gedong Tengen, Lurah Pringgokusuman, Paguyuban Dimas Diajeng Kota Yogyakarta dan Karang Taruna Kota Yogyakarta, serta Komunitas Wayang di Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti, S Sos, MM menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan implementasi nilai-nilai luhur budaya untuk kemudian tercapainya kelestarian wayang di Kota Yogyakarta.

“Kami menyasar masyarakat khususnya penggemar wayang kulit di Kota Yogyakarta, dengan cara memberi tontonan kepada mereka yang berisikan kisah dimana terkandung pesan moral di dalamnya serta nilai-nilai luhur Budaya Jawa,” jelas Yetti, di sela-sela pagelaran wayang, Rabu (30/3/2022).

Kegiatan ini, lanjut Yetti, sebagai bentuk dukungan terhadap para seniman wayang untuk terus berkarya dan melestarikan kesenian wayang yang ada di Kota Yogyakarta. “Kemudian untuk mewujudkan tujuan kegiatan ini diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah dengan para pelaku seni serta masyarakat secara berkesinambungan,” kata dia.

Kegiatan pergelaran wayang ini dikemas secara menarik. Penonton diajak untuk menyaksikan wayang dengan sajian dagelan berupa limbukkan (penampilan tokoh punokawan Limbuk). Dalam rangka mematuhi protokol kesehatan dan mencegah kerumunan, kegiatan ini hanya disaksikan oleh para tamu undangan dengan jumlah terbatas. Sedangkan bagi masyarakat luas dapat mengikuti melalui siaran tunda di kanal youtube Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments