Home News Pagelaran Wayang Kulit Lakon “Petruk Ratu” Meriahkan FKY di Alkid

Pagelaran Wayang Kulit Lakon “Petruk Ratu” Meriahkan FKY di Alkid

525
0
Pagelaran Wayang Kulit oleh dalang Ki Gondo Suharsono. (Feva/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) dengan tema Mulanirma ragam interaksi sudah berlangsung ,terdapat banyak agenda pertunjukan yang akan dilangsungkan hingga tanggal 21 Juli 2019 nanti. Salah satu pertunjukan budaya yang diadakan di festival ini adalah pagelaran wayang kulit, Senin (08/07/2019), di teras gedung Sasana Hinggil, Alun-alun Kidul (Alkid), Yogyakarta.

Alunan suara gamelan mengiringi para sinden menembang (menyanyi) tidak kalah dengan riuhnya pengunjung Alkid. Bahkan sejak pukul 20.00 WIB, para pengunjung Alkid terlihat sudah berkerumun di sekitar halaman depan Sasana Hinggil. Sebagian ada yang duduk di panggung penonton yang disediakan persis diseberang  jalan (lapangan Alkid). Karena tempat yang cukup sempit, sebagian dari mereka pun ada yang duduk di trotoar demi menyaksikan pertunjukan wayang kulit itu.

Pertunjukan wayang baru dimulai sekitar pukul sembilan malam yang ditandai dengan penyerahan wayang petruk ratu oleh ketua umum FKY 2019 Paksi Raras Alit kepada dalang Ki Gondo Suharno. Dalam pagelaran ini lakon yang dibawakan adalah “Petruk Ratu” yang menceritakan seorang punakawan sebagai gambaran rakyat jelata jika telah menjadi kehendak yang maha kuasa pun bisa menjadi seorang raja.

Para pengunjung Alkid terlihat antusias saat pertunjukan sudah dimulai. Sebagian dari mereka bahkan maju dan berdesakan di sekitaran panggung pertunjukan hanya untuk mengabadikan pagelaran wayang kulit ini. Kebanyakan pengunjung berasal dari luar kota yang kebetulan berlibur dan berwisata di Alkid, mereka menyempatkan untuk mengabadikan momen budaya ini, salah satunya Muhammad Alqaq.

“Ini baru pertama kalinya lihat (pertunjukan wayang kulit). Tadi foto ke situ ramai banget. Nggak paham sama bahasanya. Tapi bagus,” terang Alqaq kepada Bernasnews.com di sela pertunjukan.

Tidak hanya Alhaq saja, pengunjung yang kebetulan lewat persis di jalan depan halaman Sasana Hinggil pun turut mengabadikan momen ini. Meskipun tak paham dengan cerita yang dibawakan oleh dalang, banyak yang tetap berdiri untuk menyaksikan pertunjukan ini. (Feva)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here