Home News Pada Akhir Pekan dan Hari Libur, Hotel-hotel di Tawangmangu dan Candi Ceto...

Pada Akhir Pekan dan Hari Libur, Hotel-hotel di Tawangmangu dan Candi Ceto Penuh

113
0
De Villa Ceto dekat Candi Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (19/9/2021). Foto: Philipus Jehmun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Sejak status Jawa Tengah turun ke PPKM Level 2 beberapa waktu lalu sehingga membolehkan obyek wisata dibuka untuk umum, para wisatawan pun “menyerbu” tempat-tempat wisata dan tempat kuliner, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Dan sebagai dampaknya, hotel-hotel, villa dan tempat-tempat penginapan pun penuh. Setidaknya itu yang terjadi di Tawangangu dan Candi Ceto di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada hari Sabtu (18/9/2021) dan Minggu (19/9/2021).

(Baca juga: Ribuan Wisatawan Memadati Obyek Wisata dan Tempat Kuliner di Jawa Tengah)

Seorang ibu asal Wonogiri yang ditemui Bernasnews.com saat menginap di De Villa Ceto dekat Candi Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (18/9/2021) mengaku biasanya ia menginap di sebuah hotel langganannya di Tawangmangu saat berlibur. Namun, pada hari Sabtu (21/9/2021), hoel langganannya maupun semua hotel di Tawangmangu sudah penuh sehingga menolak sebagian tamu. Ia pun kemudian pindah menginap di De Vill Ceto di Kecamatan Jenawi, Karangnyar.

De Villa Ceto dekat Candi Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (18/9/2021). Foto: Philipus Jehmun/Bernasnews.com

“Hotel-hotel di Tawangmangu penuh, termasuk hotel langganan saya. Sehingga kami sekeluarga pindah menginap di sini,” kata setengah baya itu kepada Bernasnews.com di De Villa Ceto, Minggu (19/9/2021) pagi.

Sementara Ibu Erna, pemilik De Villa Ceto, mengaku sejak PPKM dilonggarkan para wistawan berdatangan ke obyek wisata Candi Ceto. Dan tempat-tempat penginapan, termasuk De Villa Ceto, pun kebagian tamu yang menginap. “Pada hari-hari biasa hanya 3-4 kamar yang terisi, namun pada akhir pekan terutama sejak PPKM dilonggarkan hampir semua kamar penuh terisi tamu yang menginap,” kata Bu Erna.

De Villa Ceto. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Menurut Bu Erna, De Villa Ceto yang mulai beroperasi tahun 2019 dengan 18 kamar selalu buka setiap hari termasuk selama masa pandemi Covid-19. Sebab tidak ada larangan buka bagi hotel atau tempat penginapan selama masa pandemi Covid-19. Yang dilarang buka cuma obyek wisata sehingga berdampak pada berkurang atau kosongnya tamu hotel-hotel atau tempat penginapan.

Mobil-mobil para tamu yang menginap di De Villa Ceto dekat Candi Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (18/9/2021). Foto: Philipus Jehmun/Bernasnews.com

Kondisi ini diperparah dengan adanya penutupan jalan atau akses-akses masuk ke obyek-obyek wisata yang berdampak pada kosongnya tempat penginapan/hotel. “Meski selama pandemi hotel tetap dibuka karena tidak ada larangan, namun tetap kosong karena akases masuk ditutup. Namun sekarang sudah mulai ramai sehingga kamar-kamar hotel/tempat penginapan penuh terutama setiap akhir pekan,” kata Bu Erna.

Pemilik De Villa Ceto Bu Erna (berkerudung) foto bersama tamu yang menginap di De Villa Ceto dekat Candi Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (18/9/2021). Foto: Philipus Jehmun/Bernasnews.com

Dari pengamatan Bernasnews.com sejak Sabtu (18/9/2021) sore hingga Minggu siang, De Villa Ceto yang tak jauh dari Candi Ceto dipenuhi tamu yang menginap. Halaman parkir yang cukup luas dipenuhi mobil milik tamu yang menginap. Sebagian tamu sekadar menghabiskan libur akhir pekan di tempat tersebut dan sebagian lagi sebagai tempat transit sebelum melakukan pendakian ke Gunung Lawu.

Candi Ceto merupakan salah salah satu jalur pendakian ke Gunung Lawu yang berada di antara Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here