Home Pariwisata Pabrik Gula Gondang Baru Klaten jadi Obyek Wisata

Pabrik Gula Gondang Baru Klaten jadi Obyek Wisata

1564
0
Wisatawan berfoto di patung sapi di depan Auditorium PG Gondang Baru Klaten, Selasa (2/7/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com
Wisatawan berfoto di patung sapi di depan Auditorium PG Gondang Baru Klaten, Selasa (2/7/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM —Setelah berhenti beroperasi sejak 2016 lalu, Pabrik Gula (PG) Gondang Baru Klaten, Jawa Tengah berubah fungsi menjadi obyek wisata. Sejumlah bekas mesin pabrik gula, lokomotif kreta api dan sebagainya menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke kompleks bekas pabrik gula yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda itu.

Untuk berkeliling luar kompleks pabrik gula, wisatawan bisa memanfaatkan kreta mini dengan tiga gerbong yang melintasi bekas rel kreta api pengangkut tebu di luar pagar kompleks PG Gondang Baru Klaten. Cukup bayar Rp 12.000, wisatawan bisa mengelilingi kompleks pabari gula yang sangat luas itu.

“Bagus juga, nyaman. Bisa lihat seluruh kompleks pabrik gula,” kata Biga, salah seorang wisatawan yang memanfaatkan kreta mini itu keliling kompleks pabrik gula kepada Bernasnews.com di kompleks PG Gondang Baru Klaten, Selasa (2/7/2019).

Kreta mini siap melayani wisatawan untuk berkeliling kompleks PG Gondang Baru Klaten, Selasa (2//7/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Antonius W, salah seorang petugas security (Satpam) bekas PG Gondang Baru ketika ditemui Bernasnews.com, Selasa (2/7/2019) mengatakan, pabrik gula tersebut berhenti beroperasi sejak tahun 2016. Padahal ketika itu mesin-mesin pabrik masih baru. Setelah PG Gondang Baru Klaten berhenti beroperasi, maka pabrik gula dipindahkan di Karanganyar, Jawa Tengah.

“Kami juga heran kenapa berhenti beroperasi dan dipindah ke Karanganyar padahal mesin-mesin pabrik sudah diganti dengan yang baru,” kata Antonius W.

Meski pabrik gula sudah berhenti beroperasi, namun suasana kompleks masih ramai dengan adanya kunjungan wisatawan. Selain itu, gedung auditorium masih digunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan seperti acara manten dan sebagainya. Sayangnya, kompleks pabrik yang berusia ratusan tahun itu seperti tak terawat. Bangunan gedung tampak terkelupas di sana-sini, halaman berdebu, tanaman di taman tak terawat. Sehingga suasana kompleks tampak angker, terutama pada sore hingga malam hari.

Bangkai mesin pabrik gula di kompleks PG Gondang Baru Klaten, Selasa (2/7/2019). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Sejumlah pengunjung berharap Dinas Pariwisata Kabupaten Klaten segera menata kompleks tersebut agar bersih, indah dan nyaman sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke sana.

“Pabrik gula ini bisa menjadi museum gula dan menjadi sumber informasi sejarah pabrik gula di Indonesia. Apalagi di kompleks tersebut ada bekas-bekas mesin pabrik gula sebagai saksi sejarah adanya pabrik gula di Klaten yang dibangun Belanda,” kata Ratna, salah seorang wisatawan asal Jogja. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here