Home News P3EJ Ajak Warga Mulai Mengelola Sampah Sendiri

P3EJ Ajak Warga Mulai Mengelola Sampah Sendiri

82
0
Setelah bersih sampah, staf Kantor P3EJ Kementrian LHK memasang tanda larangan membuang sampah di lahan bekas TPS liar di samping kantor setempat, Jumat (7/1/2022). Foto: AG Irawan

BERNASNEWS.COM – Persoalan sampah terus saja terjadi dan menimbulkan keresahan publik. Salah satunya timbunan sampah liar yang berada di sekitar Kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang beralamat di kawasan Jalan Ring road Barat, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta, membuat geram warga yang melintas.

Melihat hal tersebut Kabid Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup P3EJ Sugeng Wachyono ST mengajak warga setempat untuk mulai mengelola sampahnya secara mandiri. Sehingga tidak membuangnya ke sembarang tempat. “Hanya sampah yang benar-benar tidak bisa didaur ulang yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Karena kapasitas TPA terbatas,” terangnya.

Menanggapi ajakan itu, pada Jumat (7/1/2022) sejumlah warga Kalurahan Nogotirto bersama staf P3EJ bergotong-royong membersihkan tumpukan sampah yang telah lama tertimbun dan menimbulkan keresahan warga. “Kesadaran masyarakat dan edukasi perihal mengelola sampah memang harus terus dilakukan,” kata Darmo, seorang staf P3EJ, di sela acara bersih sampah.

Aktivitas olah sampah di TPS3R Padukuhan Cambahan, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. TPS3R tersebut sudah dilengkapi dengan alat transportasi 2 motor sampah, alat pencacah sampah dan mesin pembuat kompos. Selanjutnya akan dilengkapi incenerator untuk membakar sampah yang tidak bisa diolah lagi. Foto: AG Irawan

Di Kalurahan Nogotirto sudah terbangun Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah yang berpola reuse, reduce, recycle (TPS3R). Bangunan TPS3R menempati lahan kas desa dengan luasan sekitar 3.000 meter persegi yang berlamat di Padukuhan Cambahan, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Saat ini operasional TPS3R Cambahan dikelola 3 personel warga setempat dengan wilayah jangkauan 4 RT yang melayani sekitar 300 KK. “Tidak mudah mencari orang-orang yang mau mengurusi sampah orang lain. Apalagi sampah rumah tangga yang masih bercampur serta kategori berbahaya seperti ini,” ungkap Muhari (56) warga Cambahan yang ikut mengelola TPS3R.

Lurah Nogotirto Faizin menerangkan  ke depan TPS3R di Nogotirto akan dilengkapi dengan alat pembakar sampah ( incinerator ). Harapannya tidak ada lagi  sampah dari wilayahnya yang dibuang ke TPA Piyungan. “Mesin incinerator sedang kita siapkan untuk mendukung operasional dan pengelolaan sampah di Nogotirto. Bahkan pembuatan incenerator dilakukan warga setempat yang memiliki bengkel las,” pungkas dia. (AG Irawan)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here