Home News Outlook Perekonomian dan Keuangan Tahun 2020

Outlook Perekonomian dan Keuangan Tahun 2020

1038
0
Seminar Nasional bertajuk “Outlook Perekonomian & Keuangan 2020”, Rabu, 29 September 2020, jam 08:30 - 13: WIB, di Amphitarium Lt 9 Kampus Utama UAD, Jl. Jenderal A. Yani (Ringroad Selatan), Tamanan, Banguntapan, Bantul, DIY. (Foto: Repro)

BERNASNEWS.COM — Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) DIY dan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Ahmad Dahlan (FEB UAD) menyelenggarakan Seminar Nasional  bertajuk “Outlook Perekonomian & Keuangan 2020”, Rabu, 29 September 2020, jam 08:30  – 13: WIB,  di Amphitarium Lt 9 Kampus Utama UAD, Jl. Jenderal A. Yani (Ringroad Selatan), Tamanan, Banguntapan, Bantul, DIY.

Seperti diketahui, perekonomian Indonesia juga DIY penuh tantangan. Tantangan tersebut antara lain kondisi perekonomian dunia yang belum pulih dari penurunan (slowdown). Di samping itu, perang dagang AS-China yang kemungkinan masih berlanjut sehingga berpengaruh terhadap perekononomian dunia.

Di sisi lain, isu peningkatan daya saing ekonomi Indonesia masih penting dikaitkan upaya untuk menarik investasi asing. “Saat ini pemerintah sedang menyusun Omnibus Law sebagai salah satu solusi untuk mengurangi tumpang tindih regulasi,” ungkap Y. Sri Susilo (Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta) selaku Humas Panitia Seminar Nasional.

Y. Sri Susilo (Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta) selaku Humas Panitia Seminar Nasional. (Foto: Istiewa)

Dengan adanya Omnibus Law, menurutnya, diharapkan regulasi tidak menjadi hambatan lagi bagi investor yang akan berinvestasi di Indonesia. Dengan demikian diharapkan implementasi Omnibus Law merupakan implementansi deregulasi sekaligus debirokratisasi dengan lebih nyata.

Di sektor keuangan peran digital semakin nyata. Awal tahun 2020 ini, Bank Indonesia (BI) telah mengimplementasikan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standar) bagi uang atau dompet elektronik baik yang diterbitkan oleh perusahaan domestik maupun asing. QRIS diterapkan mengantisipasi pesatnya pemakaian uang elektronik untuk transaksi. Wechat Pay yang diterbitkan perusahaan China telah resmi beroperasi di Indonesia. “Isu lain yang mencuat terkait industri asuransi dengan mencuatnya kasus gagal bayar Jiwasraya. Ke depan pengawasan terhadap industri asuransi harus ada perubahan yang siginifkan,” tegas Y. Sri Susilo.

Salamatun Asakdiyah (Dekan FEB UAD) selaku Koordinator Panitia. (Foto: Istimewa)

Beberapa isu tersebut akan dibahas dalam Seminar Nasional tersebut. Tampil sebagai narasumber, adalah Hilman Tisnawan (Kepala KPwBI DIY), Untung Nugroho (Kepala OJK DIY), dan Agus Siswanto (Dosen FEB UAD). Bertindak sebagai moderator Ronny Sugiantoro (Wapemred KR/ Humas ISEI Cabang Yogyakarta).

“Seminar ini mengundang 340 peserta yang mewakili Pengurus/Anggota ISEI Cabang Yogyakarta, Perbankan, PTN/PTS, Pemda, Swasta dan Media,” ungkap Salamatun Asakdiyah (Dekan FEB UAD) selaku Koordinator Panitia.

Peserta seminar akan memperoleh fasilitas sertifikat, materi seminar, cindera mata, koran, snack, dan makan siang. Acara akan ditutup dengan pembagian door prize dari sejumlah pendukung acara seminar nasional. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here