Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsOrmas di Jogja Kritisi Politik yang Disangkutkan dengan Agama

Ormas di Jogja Kritisi Politik yang Disangkutkan dengan Agama

bernasnews.com – Sejumlah massa yang tergabung dalam sebuah ormas di Jogja menyampaikan kritik sekaligus tuntutan mereka terkait dengan agenda politik yang disandingkan dengan agama. Falam hal ini, Forsa NKRI menegaskan bahwa hal tersebut tak seharusnya dilakukan.

Koordinator massa yang menggelar diskusi di DPRD DIY, Kuss Indarto dalam keterangan tertulis menyebut bahwa dinamika politik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menggugah semangat kebersamaan dan kebangsaan. Dia menyebut bahwa sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, kritik adalah hal yang wajar.

“Namun demikian, bentuk kritisisme itu, dalam beberapa kesempatan yang dilakukan oleh kelompok tertentu nyaris selalu membawa politik identitas sebagai komoditas utamanya. Politik identitas tersebut dengan laten dan sistematis selalu dilakukan untuk membenturkan negara dengan agama,” ujarnya.

Ia mengambil contoh, semisal antara ideologi negara yangsudah disepakati oleh founding fathers dibenturkan dengan ideologi agama. Menurut dia, realita tersebut di samping tidak relevan dan mengajak publik untuk berpikir jauh mundur ke belakang, juga berpotensi besar untuk membuat jurang ikatan sosial masyarakat dalam dan menganga.

“Kita harus menegaskan kembali bahwa Indonesia adalah negara modern demokratis yang menjunjung tinggi posisi agama dalam kehidupan masyarakat dan negara. Secara institusional negara Indonesia dibangun sebagai negara modern yang secara filosofis tecermin pada Pancasila, yang sila pertamany adalah Ketuhanan Yang Maha Esa,” imbuh dia.

Dalam hal ini, mereka pun menyuarakan sejumlah poin dalam petisi. Diantaranya ialah mendesak para politisi dan semua kelompok kepentingan tertentu untuk menghentikan segala isu, agenda, dan praktek politik identitas yang hanya bertendensi untuk meraih kekuasaan secara kotor yang berimplikasi pada retaknya ikatan kekerabatan dalam masyarakat. Poin selanjutnya ialah mendesak politisi, baik politisi murni atau politisi yang menyaru sebagai agamawan, dan semua kelompok kepentingan yang mengatasnamakan agama, untuk menghentikan isu dan agenda tentang negara khilafah.

“Menolak keras agenda para politisi, termasuk politisi menjual murah citra agama, dan kelompok kepentingan identitas tertentu untuk tidak menjadikan Indonesia sebagai ajang eksperimentasi politik yang tidak sesuai konstitusi dan jauh dari perkembangan zaman, kultur, dan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ungkap Kuss.

Selain itu, pihaknya juga mendesak para agamawan dan kelompok tertentu yang mengatasnamakan kepentingan agama untuk menghentikan agenda dan aksi politik, baik secara terbuka maupun tersamar, di dalam rumah ibadah. Kemudian di poin akhir ormas tersebut meminta agar negar untuk selalu hadir, dan secara tegas menindak secara hukum terhadap para pihak yang dengan sengaja merancang, memprovokasi, menyebarkan, dan mempraktekkan isu tentang politik identitas yang merongrong kewibawaan negara dan pemerintah serta merusak ikatan sosial dalam masyarakat. ***

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments