Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOrbituari: Selamat Jalan Romo Hari Dendi

Orbituari: Selamat Jalan Romo Hari Dendi

BERNASNEWS.COM — Kamis pagi sekitar pukul 06:45 WIB, penulis bersepeda ke Pasar Ngasem, Yogyakarta, Kamis (20/02/2022). Sampai di pasar tersebut, penulis membuka whatsapp (WA) dan memperoleh kabar bahwa Romo Hari Dendi, Penasehat KADIN DIY/ Wakil Ketua Dewan Pendidikan DIY/Pengasuh Forum Jogja Semesta telah meninggal. Almarhum meninggal di RS Panti Rapih pada hari Kamis tersebut jam 06:35 WIB dalam usia 81 tahun. Rabu malam sebelumnya, kami rekan-rekan dekat beliau sempat mengadakan doa bersama untuk kesembuhan almarhum Romo Dendi. Untuk diketahui, beberapa minggu terakhir sempat masuk dan keluar rumah sakit.

Penulis sendiri cukup intensif berkomunikasi dan berdiskusi dengan Romo Dendi, terutama selama 8 bulan terakhir. Kami berdiksusi dengan almarhum dalam forum rapat dan diskusi Pengurus KADIN DIY serta Forum Jogja Semesta dan ISEI Cabang Yogyakarta. Sependek penulis ketahui, almarhum pribadi yang ramah, komunikatif, cerdas, kritis, egaliter dan di samping itu juga berwawasan luar serta visioner. Dalam beberapa kesempatan berdiskusi, topik diskusi sangat beragam dari masalah kemiskinan, ketimpangan, UMKM, ekonomi kreatif dan ekonomi digital.

Sempat almarhum minta kepada penulis menjelaskan mengapa perekonomian DIY bisa tumbuh positif, dalam kondisi Pandemi Covid-19 dan sebagian pelaku usaha masih terpuruk. Penulis menjelaskan dengan menggunakan secara konseptual dengan dukungan data empiris. Dengan mencoba menjelaskan secara sederhana, mudah dan singkat akhirnya Romo Dendi dapat memahami penjelasa tersebut.

Setelah mendengar meninggalnya Romo Dendi, penulis sempat menghubungi rekan-rekan yang penulis anggap dekat dengan almarhum. Rekan-rekan tersebut antara lain Robby Kusumaharta (Pengusaha/Waketum KADIN DIY), Tim Apriyanto (Sekretaris Dewan Pendiidikan DIY/Komtap Bidang Kesekretariatan KADIN DIY), Dian Ariani (Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY/Komtap Bidang Keuangan KADIN DIY), Edy Suandi Hamid (Rektor UWM/Guru Besar FBE UII), Hilman Tisnawan (Kepala Kantor Perwakilan BI Tokyo), Jimmy Parjiman (Kepala OJK DIY), Miyono (Plt. Kepala Perwakilkan BI DIY) dan Amirullah Setya Hardi (Wakil ketua ISEI Cabang Yogyakarta/Dosen FEB UGM).

Alm. Romo Hari Dendi saat menjadi nara sumber dalam forum budaya Jogja Semesta. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

“Almarhum adalah guru sekaligus contoh untuk segenap pengusaha DIY atas etika bisnis, kebangsaan, kebudayaan, kesederhanaan, dan intelektual,” ugkap Robby Kusumaharta. Menurut Robby,  KADIN DIY dan komnunitas pengusaha kehilangan dan berkomitmen melanjutkan cita-cita almarhum untuk kemajuan usaha di DIY. Untuk diketahui, Robby Kusumaharto menjadi sahabat almarhum sudah puluhan tahun, termasuk dalam organisasi KADIN dan HIPMI.

“Romo Dendi merupakan guru sekaligus sahabat yang inspiratif bagi saya,” tegas Tim Apriyanto. Menurut Apriyanto, banyak hal yang dapat dipelajari dari almarhum mulai dari kesederhanaan, cara berpikir yang obyektif dan kritis serta terus belajar untuk mengikuti perkembangan isu terkini. Pengalaman bekerja dengan almarhum menginspirasi Apriyanto untuk terus belajar “long life education”.

“Romo Heri Dendi bagi saya adalah seorang guru, mentor, dan orang tua yang senantiasa menjadi sumber inspirasi,” jelas Dian Ariani. Menurut Dian, almarhum memberikan banyak ilmu tidak hanya ilmu budaya tapi juga tentang kehidupan. Sebagai sosok budayawan, almarhum memberikan makna bagaimana kita hidup sebagai orang timur yang mengedepankan nilai-nilai Jawa dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap memperhatikan perkembangan kehidupan modern.

“Puluhan tahun mengenal beliau, sebagai sosok yg sederhana, rendah hati, dan santun pada siapapun,” ungkap Edy Suandi Hamid. Menurut Edy, kedekatan beliau dengan Ngarso Dalem HB X dan menjadi orang kepercayaannya, tidak membuat ia merasa lebih atau jumawa. Ia juga menjadi banyak sebagai ‘konseptor’ pesan-pesan HB X kepada publik. Selanjutnya Edy menegaskan, DIY kehilangan sosok pemikir dalam diam, yang menjaga budaya Jogja, dan sosok yang sangat menginginkan keistimewaan Jogja berjalan secara substantif.

“Kita kehilangan seorang tokoh dan budayawan yang sangat peduli dengan pembangunan DIY,” ungkap Hilman Tisnawan. Menurut Hilman, almarhum seorang tokoh yang selalu galau dan resah jika beliau merasa ada yang dianggap salah dan kurang dengan DIY. “Saya pribadi kehilangan seorang  sahabat sekaligus orang tua yang sangat enak ketika berdiskusi,” jelas Hilman. Selanjutnya Hilman menegaskan, bahwa almarhum seorang yangg piawai menyampaikan kritik tajam namun mencerahkan, seorang pribadi yang tidak pernah padam semangatnya sampai diujung akhir pengabdian hidup beliau. Seperti diketahui, Hilman Tisnawan menjadi Kepala Kantor Perwakilan BI DIY sekitar 3 tahun.

“Romo Heri Dendi orang yang sangat baik, di usianya yang sudah sepuh sampai dipundhut lagi sama Tuhan Yang Maha Esa, beliau masih aktif bekerja memperjuangkan masyarakat kecil, jiwa sosialnya juga sangat tinggi,” jelas Jimmy Parjiman. Jimmy teringat ketika diajak membuat sumur bagi masyarakat di Gunungkidul. Di samping itu,  Jimmy juga sering dilibatkan oleh almarhum dalam beberapa kegiatan yang membantu masyarakat bawah.

“Terutama dalam setahun terakhir, kami Kantor Perwakilan BI DIY menjalin kerjasama yg sangat baik dengan Forum Jogja Semesta,” beber Miyono. Menurut Miyono, beberapa gagasan di bidang budaya dan ekonomi dalam upaya mendorong perekonomian DIY dikolaborasikan melalui penyelenggaraan diskusi diantaranya membahas upaya mendorong ekspor impor DIY. Miyono, sangat terkesan sekali dengan semangat, gagasan dan ide almarhum dalam memajukan  DIY.

“Beliau adalah sosok yg sangat aktif dan produktif dalam mempersembahkan ide-ide baru yang sesuai dengan perkembangan jaman,” imbuh Amirullah Setya Hardi. Menurut Amirullah, semangat yang tinggi disertai dengan kemampuan beliau dalam mengkoordinasi dan mengkolaborasi para pemangku kepentingan untuk mewujudkan ide besar merupakan salah satu kontribusi beliau yang harus senantiasa diteladani.

Untuk diketahui, Romo Heri Dendi Wafat dalam usia 81 tahun. Salah satu nasehat yang diberikan almarhum kepada penulis adalah: “menjadi penulis opini di koran harus kritis dan obyektif”. Kritis harus berani mengkritisi hal yang dianggap kurang baik dan memberikan solusi. Selanjutnya obyektif, memberikan pendapat sesuai dengan data dan fakta, bukan semata pendapat atau opini pribadi. Selamat Jalan Romo Hari Dendi. Semoga lapang jalan menuju Surga-Nya. Amin. (Y. Sri Susilo, Komtap Bidang Organsiasi dan Keanggotaan KADIN DIY/ Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments