Home Opini Ora Mbrebegi Ning Ngrampungi

Ora Mbrebegi Ning Ngrampungi

120
0
Drs Muhammad Roni Indarto MSi, Dosen Sekolah Tinggi ilmu Manajemen YKPN

BERNASNEWS.COM – Lingkungan bisnis saat ini penuh dengan tantangan, baik bisnis dalam arti profit oriented maupun bisnis yang lebih ke social oriented. Hal ini terjadi disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adanya perubahan demografi maupun harapan yang tinggi dari karyawan terhadap tenaga kerja yang beragam.

Kondisi ini memaksa organisasi ataupun bisnis membutuhkan generasi pemimpin baru yang bisa menggabungkan dan atau mencampurkan dari sebagian besar gaya kepemimpinan.

Pepatah Cina mengatakan bahwa orang yang bijak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan, seperti air membentuk dirinya sendiri ke dalam kendi. Gaya kepemimpinan yang cepat tanggap mungkin merupakan gaya kepemimpinan yang diperlukan untuk memimpin pada masa kini.

Di beberapa tempat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini meskipun pada masa pandemic Covid- 19 ini, akan diselenggarakan pemilihan Lurah (dulu Kepala Desa). Dalam rangka pemilihan Lurah yang akan dilakukan dengan demokrasi ini maka salah satu awal acara pemilihan adalah melakukan kampanye lewat poster, spanduk dan melalui berbagai media lain.

Salah satu media yang menarik untuk melakukan kampanye adalah dengan menggunakan spanduk dan poster dengan menuliskan slogan di media tersebut. Ada salah satu calon Lurah yang menampilkan slogan yang menarik yaitu Ora Mbrebegi ning Ngrampungi. Slogan ini sederhana namun menurut penulis cukup bermakna dan mengandung gaya kepemimpinan tradisional maupun saat ini.

Apabila dibedah dari slogan tersebut Ora Mbrebegi yang dapat dipahami menurut penulis, seorang pemimpin itu tidak menakut-nakuti kepada masyarakat yang dipimpinnya, tidak memberikan informasi yang bisa berdampak negatif lebih besar bila disampaikan kepada masyarakat yang dipimpinnya meskipun informasi itu aktual dan faktual, misalnya tentang kondisi saat ini pandemic Covid 19. Bisa meredam gejolak di masyarakat tanpa melakukan sebuah ancaman-ancaman tertentu, meskipun dengan ancaman sanksi administratif dan sebagainya.

Sedangkan makna dari slogan Nrampungi menurut penulis adalah “Menyelesaikan masalah tanpa meninggalkan masalah lainnya”, artinya bahwa calon Lurah tersebut memberikan penyelesaian yang Win Win Solution, semua menang semua senang dan wilayah tersebut menjadi aman, tenteram dan damai, semua rencana pembangunan daerah dapat dilaksanakan dengan baik dan benar. Pemimpin yang ngrampungi bukan pemimpin yang menyelesaikan masalah harus dengan tangan besi, dengan slogan Pokoknya.

Memaknai dari apa yang disampaikan dalam slogan Ora Mbrebegi ning Ngrampungi ini maka ada model atau gaya kepemimpinan yang bisa melekat dalam calon Lurah tersebut. Berbicara mengenai gaya kepemimpinan maka dalam teori paling tidak ada 7 gaya kepemimpinan yaitu; gaya otokratis, gaya demokrtais, gaya afiliasi, Gaya Laissez-Faire, gaya transformasional, gaya transaksional dan gaya situasional. Bahkan ada gaya kepemimpinan Blanchard II.

Gaya Kepemimpinan

Memaknai dari slogan Ora Mbrebegi ning Ngrampungi dan beberapa model gaya kepemimpinan tersebut di atas, kita bisa mengetahui gaya kepemimpinan mana yang paling cocok yang bisa kita ambil dan bisa menjadikan bagian dari menjadi pemimpin yang baik. Mengembangkan gaya yang saat ini ada dengan kemampuan untuk memperluas ke gaya lain sesuai situasi tentunya dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kepemimpinan kita saat ini.

Menjadi pimpinan yang dicintai masyarakat atau karyawan adalah salah satu tujuan dari kepemimpinan bisnis. Karyawan atau bawahan melakukan aktivitas  tidak didasari karena takut bahkan ketakutan atau karena sebuah “keharusan”. Akan tetapi mereka beraktivitas dengan sukarela dan senang hati. Dengan perasaan senang dan sukarela, karyawan atau bawahan akan menikmati proses beraktivitas dan bekerja sehingga menghasilkan prestasi yang optimal yang sesuai dengan ukuran kinerja perusahaan atau organisasi.

Bagaimana kita bisa memenuhi gaya kepemimpinan yang cepat tanggap, maka yang perlu kita lakukan saat ini adalah mengembangkan gaya kepemimpinan kita saat ini dengan cara yaitu; Pertama mengenali diri sendiri, kenali gaya kepemimpinan yang paling dominan pada diri kita dengan melakukan sebuah tes atau uji kepemimpinan yang saat ini sudah sangat banyak dilakukan, atau meminta teman sejawat untuk menilai gaya kepemimpinan kita.

Kedua, mencoba untuk memahami gaya kepemimpinan berbeda yang bisa dimanfaatkan untuk situasi dimana perusahaan atau daerah yang kita pimpin. Ketiga, tranning make a better leader, beralih dari gaya kepemimpinan dominan ke gaya kepemimpinan lain mendatangkan kesulitan sekaligus sebagai sebuah tantangan pada awalnya, dengan mempraktikkan perilaku baru dari gaya yang baru seorang pemimpin hingga menjadi alami akan sangat membantu merubah kita dan organisasi bisnis menjadi lebih baik.

Keempat, menyadari bahwa gaya kepemimpinan yang kita lakukan saat ini, gaya tradisional, di organisasi bisnis yang kita pimpin saat ini barangkali masih cukup relevan kita lakukan, namun dengan menyadari bahwa perkembangan generasi, dari generasi babby boomer ke generasi Z tentunya perlu ada kombinasi gaya kepemimpinan yang harus disesuaikan agar sesuai dengan gaya kepemimpinan abad 21 ini.

Selain itu pemimpin harus bisa memetakan secara baik dan benar tipe bawahan di perusahaan atau organisasi agar dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menggerakkan bawahan. Dalam memetakan ini perlu kecermatan dan seni tersendiri untuk menilai kemampuan dan passion bekerja bawahan.

Seseorang yang bekerja sesuai passion dan memiliki kemampuan di bidang yang sesuai akan menghasilkan 4E (Abah Rama Royani) dalam pekerjaannya yaitu, Enjoy dalam pekerjaannya, Easy melakukan pekerjaan tersebut, Excellen dalam prestasi mengerjakan pekerjaan tersebut, dan Earn yang akan diperoleh sesuai dengan kinerja yang dihasilkannya.

Semoga kita bisa menjadi pemimpin yang baik, minimal untuk diri kita pribadi, keluarga dan semoga kita bisa memimpin sebuah organisasi yang lebih besar. (Drs Muhammad Roni Indarto M Si, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here