Home Opini Optimalisasi Peran UMKM

Optimalisasi Peran UMKM

231
0
Dr. Jumadi, SE, MM, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Widya Mataram/ Ketua Ikatan Dosen Republik Iindonesia DIY/ Ketua Departemen Pemberdayaan Desa dan UMKM Masyarakat Ekonomi Syariah DIY. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang memberikan sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia.  Pada tahun 2019 sumbangan UMKM terhadap PDB senilai Rp 9.580,8 triliun. Kontribusi ini naik 5,7 persen dari tahun sebelumnya 2018 yang hanya senilai Rp 9.062,6 triliun.

Tidak hanya itu, UMKM di Indonesia juga memberikan berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja sebanyak 119,6 juta pada tahun 2019 atau 96,92 persen dari total tenaga kerja di unit usaha Indonesia, penyerapan tenaga kerja ini meningkat 2,21 persen dari tahun 2018.

Dilihat dari angka kontribusi dan penyerapan tenaga kerja memang cukup besar, namun ternyata peran atau kontribusi belum optimal jika dilihat dari kinerja UMKM secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan peran tersebut.

Untuk mengoptimalkan peran tersebut dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut, 1. Pembinaan terhadap UMKM, dalam melakukan pembinaan terhadap UMKM diperlukan metode yang sesuai mengingat kondisi UMKM di Indonesia beragam, kesesuain ini akan menentukan tingkat efektifitas dan efisiensi dalam kegiatan pembinaan.

2. Pelatihan atau peningkatan keahlian dalam berbagai bidang seprti bidang: manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan dan manajemen sumberdaya manusia serta kemampuan dalam bidang informasi dan tehnologi.

3. Penguatan modal, disamping peningkatan keahlian juga dapat dilakukan penguatan modal terhadap UMKM, namun dalam penguatan modal jika menggunakan pinjaman dari Bank, UMKM akan menghadapi masalah karena rata-rata UMKM belum memiliki laporan keuangan yang disyaratkan oleh bank dalam pengajuan pinjaman.

Untuk mengatasi hal tersebut maka idealnya UMKM tersebut digabung dalam keanggotaan koperasi. Jika UMKM tergabung dalam Koperasi maka yang melakukan pinjaman adalah Koperasi dan Koperasi dapat mendistribusikan pinjaman ke UMKM sehingga Koperasi yang memberikan pijaman ke UMKM, dengan skema ini maka solusi terhadap kebutuhan dana UMKM teratasi.

4. Pendampingan, selain penguatan modal hal yang perlu dilakukan terhadap UMKM adalah dilakukan pendampingan secara berkesimambungan tidak hanya pendampingan secara temporer atau by project.

Pendampingan berkesimambungaan akan bermanfaat dalam melalukan penilaian perkembangan usaha dari tahun ke tahun sehingga diperoleh solusi secara komprehensif jika terjadi permasalahan.

5. Membuat jejaring, hal lain yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan peran UMKM adalah meningkatkan jejaring. Rata-rata UMKM masih lemah dalam membuat jaringan terutama dalam hal pemasaran, oleh karena itu dalam rangka optimalisasi perlu dibuat jejaring terutama dalam menciptakan atau untuk masuk ke dalam pasar.

Jejaring dapat dilakukan dengan sistem kemitraan dengan pengusaha besar, dimana UMKM dapat menjadi salah satu pemasok di perusahaan besar tersebut. Selain itu kemitraan dapat dilakukan dengan toko modern dengan cara setiap toko modern menerima produk UMKM untuk di pasarkan di toko modern tersebut.

Upaya-upaya tersebut dapat berjalan dengan baik jika ada kerjasama lintas departemen dengan pendekatan Total Quality Management (TQM), karena dengan TQM hasil akan diperoleh secara optimal. Hal ini disebabkan karena masing-masing tidak memiliki ego sektoral.

Sehingga akan menjadi ideal jika dalam melakukan upaya optimalisasi peran UMKM tersebut menerapkan strategi penthahelik, yaitu strategi yang melakukan sinergi antara: Academic, Business, Customer & Community, Government and Media (ABCGM). (Dr. Jumadi, SE, MM, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Widya Mataram/ Ketua Ikatan Dosen Republik Iindonesia DIY/ Ketua Departemen Pemberdayaan Desa dan UMKM Masyarakat Ekonomi Syariah DIY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here