Home News Operasi Non Yustisi, Sejumlah Kafe dan Warung Burjo di Sleman Ditertibkan

Operasi Non Yustisi, Sejumlah Kafe dan Warung Burjo di Sleman Ditertibkan

437
0
Satpol PP Kabupaten Sleman melakuka tes suhu badan kepada pengunjung kafe dalam operasi non yustisi, Senin (8/6/2020) malam. Foto : istimewa

BERNASNEWS. COM – Satpol PP Kabupaten Sleman melakukan operasi non yustisi sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, penegakan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 43.1/Kep.KDH/A/2020 tentang Jam Operasional dan Kegiatan Usaha dalam Masa Darurat Covid-19 tertanggal 29 Mei 2020 serta sebagai tindak lanjut aduan masyarakat.

Menurut Dra Shavtri Nurmaladewi MA, Kabag Humas dan Protokol Setda Sleman, Senin (8/6/2020) malam, operasi yang berlangsung Senin (8/6/2020) pukul 19.30 WIB-22.15 WIB tersebut menyasar 4 empat usaha di wilayah Kecamatan Depok yakni Spa & Lounge “Red Cliff” di Jalan Tasura No45, Krodan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kafe “Dua Arah” di Jalan Selokan Mataram No 11, RT 02/ RW 26, Pringgolayan, Condongcatur, Depok, Sleman, Warung Burjo “Andalan” di Jlalan Selokan Mataram, Condongcatur, Depok, Sleman dan Kafe “Alogo” di Jalam Mrican Baru No 27-C Caturtunggal, Depok, Sleman.

Satpol PP Kabupaten Sleman melakukan operasi non yustisi, Senin (8/6/2020) malam. Foto : istimewa

Dalam operasi, menurut Evi-sapaan Shavitri Nurmaladewi, tindakan yang dilakukan terhadap tempat-tempat sasaran bervariasi. Untuk Spa & Lounge “Red Cliff” dibuatkan Berita Acara Pembinaan (BAP) lapangan dan diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran/penularan Covid-19. Dan kepada pengelola usaha diimbau agar menutup sementara usahanya menunggu sampai situasi lebih kondusif.

“Selain terkait SK Bupati Sleman Nomor 43.1/Kep.KDH/A/2020, Red Cliff didatangi karena terkait informasi akan adanya aksi ormas tertentu ke Red Cliff,” kata Eve.

Sementara di Kafe “Dua Arah” ditemukan tamu/pengunjung cukup ramai, ada 64 orang. Dan tim gabungan melakukan tindakan penertiban non-Yustisial berupa pemberian Surat Peringatan karena adanya beberapa pelanggaran SK Bupati Sleman Nomor 43.1/Kep.KDH/A/2020, antara lain berupa masih melayani makan dan minum di tempat setelah pukul 21.00 WIB, kurang menerapkan physical distancing (jaga jarak aman) dan ada pengunjung yang tidak memakai masker.

Satpol PP Kabupaten Sleman membuat berita acara pembinaan dalam operasi non yustisi, Senin (8/6/2020) malam. Foto : istimewa

“Berdasarkan pengakuan pengelola kafe dan aduan warga, waktu tutup kafe melebihi jam 23.00 WIB. Karena itu, kepada pengelola diingatkan bila masih melakukan pelanggaran yang sama, akan dilakukan tindakan lebih tegas,” kata Evie.

Sementara di Warung Burjo “Andalan”, tim uga membuatkan BAP Lapangan. Dan ada beberapa pelanggaran SK Bupati Sleman Nomor 43.1/Kep.KDH/A/2020, antara lain berupa masih melayani makan dan minum di tempat setelah pukul 21.00 WIB, kurang menerapkan physical distancing (jaga jarak aman) dan belum menyediakan alat pengukur suhu tubuh.

Dan di Kafe “Alogo”, dilakukan tindakan penertiban non-Yustisial berupa pemberian Surat Peringatan karena adanya beberapa pelanggaran SK Bupati Sleman Nomor 43.1/Kep.KDH/A/2020, antara lain masih melayani makan dan minum di tempat setelah pukul 21.00 WIB, tidak menerapkan physical distancing (jaga jarak aman) dan banyak tamu/pengunjung yang tidak memakai masker serta tidak menyediakan fasilitas cuci tangan/ hand sanitizer.

Sementara berdasarkan pengakuan pengelola kafe, waktu tutup kafe melebihi jam 23.00 WIB. Karena itu, kepada pengelola diingatkan bila masih melakukan pelanggaran yang sama, akan dilakukan tindakan lebih tegas. “Kepada setiap pengelola usaha yang didatangi, diberikan foto copy dan penjelasan SK Bupati Sleman Nomor 43.1/Kep.KDH/A/2020. Operasi berjalan lancar dan aman,” kata Evie. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here