Home Seni Budaya OMK Rayon Kulon Progo Sukses Menggelar Festival Kesenian Tradisional

OMK Rayon Kulon Progo Sukses Menggelar Festival Kesenian Tradisional

59
0
Salah satu penampilan dari peserta FKT di Pengasih, Kulon Progo, Minggu (8/9/2019). Foto : Maria Virgine Rahma

BERNASNEWS.COM – Orang Muda Katolik (OMK) Rayon Kulon Progo sukses menggelar acara tahunan yang biasa dikenal dengan Festival Kesenian Tradisional (FKT) di Desa Pengasih, Kulon Progo, Minggu (8/9/2019). FKT kali ini diikuti semua kalangan, mulai anak muda hingga oran tua. Mereka memeriahkan acara tersebut.

Henrica Damaria Harlisaputri selaku Ketua Panitia FKT 2019 mengatakan, penyelenggaraan FKT tahun ini merupakan yang ke-11 kali. Hal ini menjadi tonggak sejarah baru bahwa FKT mampu bertahan selama lebih dari satu dasawarsa. Pada penyelenggaran yang ke-11, panitia mengusung konsep baru yakni dengan mengembalikan FKT pada pemaknaan festival yang sesungguhnya.

Salah satu kelompok peserta FKT menampilkan kebolehan di Pengasih, Kulon Progo, Minggu (8/9/2019). Foto : Maria Virgine Rahma,

“Cara penyampaian pewartaan dimanifestasikan dalam rumusan tema-tema yang diangkat setiap tahun berdasarkan representasi dari isu-isu sosial, lingkungan, kemanusiaan, kesejahteraan umum dan sebagainya,” kata Henrica Damaria.

Dikatakan, FKT tahun ini mengusung tema “Niti Laku Kabudayan Minangka Prasasti”. Hal ini dimaksudkan agar FKT bisa dipahami sebagai sejarah. Tema ini memiliki 3 pemaknaan secara khusus, yakni sebagai peristiwa yang ditandai dengan adanya pelaksanaan event FKT yang berjalan selama 10 kali. Kemudian, FKT dianggap sebagai tempat yang penyelenggaraannya selalu berlangsung di tempat yang berbeda. Dan setiap tempat penyelenggaraan akan meninggalkan kenangan tersendiri bahwa tempat ini pernah menjadi tuan rumah FKT.

Peserta beraksi di FKT di Pengasih, Kulon Progo, Minggu (8/9/2019). Foti : Maria Virgine Rahma

“Makna lainnya adalah FKT dianggap sebagai benda yang menumbuhkan gerakan kesenian dari masing-masing kontingen. Kami berharapa melalui FKT ini, kebudayaan tradisional semakin dikenal masyarakat luas dan bersama-sama menjaga dan melestarikan kebudayaan tradisional,” kata Henrica Damaria Harlisaputri. (Maria Virgine Rahma, Mahasiswa Public Relations ASMI St Maria Yogyakarta).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here