Home Pariwisata Okupansi Hotel di Yogyakarta Turun 15,5 Persen Akibat Merebaknya Virus Corona

Okupansi Hotel di Yogyakarta Turun 15,5 Persen Akibat Merebaknya Virus Corona

151
0
Konferensi pers PHRI DIY di Hotel Grand Mercure, Senin (17/3/2020). (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM – Maraknya virus corona di Indonesia membuat berbagai bidang merasakan dampaknya. Tak ketinggalan bidang pariwisata juga merasakan dampaknya. Tak sedikit wisatawan yang mengurungkan niat untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Indonesia, termasuk Yogyakarta.

Penundaan kunjungan wisata ke Yogyakarta ini berdampak pada pembatalan pemesanan hotel untuk menginap. Alhasil okupansi hotel di Yogyakarta juga mengalami penurunan.

“Tingkat hunian kamar hotel rata-rata menurun sebesar 15,5 persen,” ujar Ketua BPD PHRI DIY Dedy Pranowo Eryono dalam konferensi pers di Hotel Grand Mercure Yogyakarta, Selasa (17/3/2020).

Menurut Dedy, hotel non-bintang rupanya mengalami penurunan okupansi jauh lebih besar dari angka tersebut. Belum diketahui pasti sampai kapan hal ini akan terjadi, mengingat virus corona baru mewabah di Indonesia dan masuk ke Yogyakarta belum lama ini.

Pihaknya mencatat, hingga Minggu (15/3/2020), ada lebih 14.744 pembatalan kamar hotel selama periode Februari sampai Maret 2020. Tak hanya itu, sejumlah restoran juga telah menerima pembatalan pemesanan grup yang mencapai total ribuan orang.

“Anggota PHRI harus menerapkan SOP yang sudah dibuat sehingga Yogyakarta aman dan selalu siap untuk dikunjungi,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here