Home News Oknum Mahasiswa Diduga Berbuat Asusila, UMY: Tak Ada Toleransi

Oknum Mahasiswa Diduga Berbuat Asusila, UMY: Tak Ada Toleransi

145
0
Hijriyah Oktaviani S.IP MM, Kepala Biro Humas dan Protokol UMY. Foto: bhp.umy.ac.id

BERNASNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memiliki komitmen zero tolerance terhadap pelaku pelanggaran disiplin, terlebih yang mengarah pada kriminalitas. Hal ini termasuk tindakan asusila yang diduga dilakukan oknum mahasiswa UMY yang mulai muncul di salah satu akun media sosial pada Jumat, 31 Desember 2021.

“UMY memiliki komitmen zero tolerance terhadap pelaku pelanggaran disiplin, terlebih yang mengarah pada kriminalitas. Tindakan asusila yang dilaporkan menjadi kasus yang benar-benar mendapat perhatian serius dan telah dilakukan penanganan secara tepat dan cepat oleh UMY agar bisa segera diselesaikan secara tuntas,” kata Hijriyah Oktaviani S.IP MM, Kepala Biro Humas dan Protokol UMY, dalam siaran pers yang diterima Bernasnews.com pada Selasa 4 Januari 2022.

Menurut Hijriyah Oktaviani, dengan adanya kabar yang beredar mengenai dugaan kasus tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum mahasiswa, UMY telah melakukan berbagai upaya investigasi terhadap kasus tersebut.

Terkait masalah tersebut, menurut Hijriyah Oktaviani, beberapa hal yang perlu disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab UMY kepada masyarakat. Pertama, UMY memiliki komitmen zero tolerance terhadap pelaku pelanggaran disiplin, terlebih yang mengarah pada kriminalitas. Tindakan asusila yang dilaporkan menjadi kasus yang benar-benar mendapat perhatian serius dan telah dilakukan penanganan secara tepat dan cepat oleh UMY agar bisa segera diselesaikan secara tuntas.

Kedua, UMY memiliki regulasi penanganan kasus pelanggaran disiplin yang baik di bawah Komite Disiplin dan Etik Mahasiswa. Ketiga, UMY juga telah menunjuk Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PKBH FH UMY) untuk memberikan pendampingan kepada korban atau penyintas apabila ingin menempuh jalur hukum supaya mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara Indonesia secara adil sesuai hukum yang berlaku.

Keempat, UMY berupaya mendapatkan keterangan yang valid dari penyintas secara langsung bukan hanya melalui laporan di media sosial, agar dapat dilakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mendapatkan bukti dan kebenaran kasus tersebut.

Kelima, UMY bertanggungjawab dalam proses pendampingan dan konseling bagi penyintas melalui layanan konseling yang difasilitasi oleh Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) UMY. UMY juga menunjukkan sikap empati, memberikan dukungan, serta memberikan perlindungan dan rasa aman bagi penyintas.

Keenam, UMY telah memberikan penegasan kepada pelaku untuk memberikan klarifikasi yang sejujurnya sebagai wujud iktikad baik, dan akan mengambil keputusan yang tegas jika pelaku terbukti bersalah. Dan UMY memiliki prinsip dan sikap independen dalam membuat kebijakan dan keputusan sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun demikian UMY sangat terbuka untuk menerima masukan, baik kritik maupun saran.

Dan ketujuh, UMY menghimbau kepada semua pihak untuk bisa mengakses informasi yang valid mengenai perkembangan kasus tersebut berdasarkan informasi dari Biro Humas dan Protokol di situs resmi UMY. Sehingga, individu/kelompok baik itu dosen, tenaga kependikan, mahasiswa ataupun alumni selain Biro Humas dan Protokol tidak dapat berbicara atas nama / mewakili UMY. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here