Tuesday, June 28, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeEkonomiOJK Targetkan 4 Kelompok Ini untuk Literasi Industri Keuangan

OJK Targetkan 4 Kelompok Ini untuk Literasi Industri Keuangan

bernasnews.com – Tahun 2022 ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY menargekant 4 kelompok sasaran literasi keuangan. Keempat kelompok tersebut adalah kelompok perempuan, UKM, daerah 3T yakni terluar, terpencil dan tertinggal dan kelompok difabel.

Sementara materi yang diberikan terkait produk-produk dalam industri jasa-jasa lembaga keuangan dan investasi. Literasi keuangan sangat penting diberikan agar masyarakat, terutama keempat kelompok tersebut, tidak menjadi korban investasi bodong maupun pinjaman online ilegal.

“Keempat kelompok ini menjadi target dan prioritas literasi keuangan dari OJK DIY tahun ini. Karena sebagian besar dari kelompok ini belum tersentuh literasi keuangan sehingga berpotensi menjadi korban investasi bodong dan pinjol ilegal,” kata Ketua OJK DIY Parjiman dalam acara Media Gathering bagi Media Massa di Wilayah DIY di Hotel Amaranta Prambanan
Sambirejo, Prambanan, Sleman, Rabu 25 Mei 2022.

Parjiman selaku Kepala OJK DIY (tengah), Dr Y Sri Susilo selaku Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY yang juga Sekretaris ISEI DIY dan Etik Kumorowati, Staf Ahli Gubernur DIY, saat tampil sebagai narasumber dalam acara Media Gathering bagi Media Massa di Wilayah DIY di Hotel Amaranta Prambanan Sambirejo, Prambanan, Sleman, Rabu 25 Mei 2022. Foto: Philipus Jehamun/bernasnews.com

Dalam acara yang diikuti puluhan wartawan media massa cetak, elektronik dan online itu menampilkan 3 narasumber. Selain Parjiman selaku Ketua OJK DIY, juga Dr Y Sri Susilo (Sekretaris ISEI DIY yang juga Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY) dan Etik Kumorowatim, Staf Ahli Gubernur DIY.

Menurut Parjiman, kelompok perempuan seperti ibu-ibu rumah tangga, perkumpulan perempuan maupun pelaku UMKM serta kaum difabel dan daerah 3T belum banyak tersentuh literasi industri keuangan. Karena kelompok ini juga sangat membutuhkan layanan jasa keuangan.

Dengan meningkatnya kelompok masyarakat yang mendapat literasi industri keuangan maka diharapkan target inklusi atau penggunaan jasa keuangan sebesar 90 persen bisa tercapai.

Dikatakan, saat ini di DIY indeks literasi keuangan baru mencapai 58,53 persen atau di atas rata-rata nasional sebesar 38,03 persen. Sementara indeks inklusi keuangan di DIY sudah mencapai 76,12 persen atau sedikit di bawah indeks inklusi nasional sebesar 76,19 persen.

Karena itu, menurut Parjiman, dengan bertambanya kelompok masyarakat yang mendapat literasi keuangan maka diharapkan target inklusi jasa keungan sebesar 90 persen tahun ini bisa tercapai.

Sementara itu, menurut Parjiman, secara umum kondisi ekonomi di DIY sudah membaik dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 2,91 persen pada triwulan pertama tahun 2022. Hal ini terjadi seiring dengan perbaikan aktivitas ekonomi dan mulai dibukanya kembali sektor pariwisata di DIY. (phj)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments