Home News Obyek Wisata Baru ‘mBulak Wilkel’ di Pleret, Viral dan Instagramabel

Obyek Wisata Baru ‘mBulak Wilkel’ di Pleret, Viral dan Instagramabel

1457
0
Obyek Wisata Alam 'mBulak Wilkel', Desa Tambalan Gerjen, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Berawal dari melihat kegiatan beberapa keluarga yang setiap sore momong anak-anaknya yang masih belia untuk disuapi di pinggiran jalan yang membentang di antara persawahan, akhirnya puluhan pemuda Pleret bertekad menjadikan tempat tersebut menjadi sebuah tempat wisata alam baru yang respresentatif.

Pintu masuk ‘mBulak Wilkel’ dari arah barat, Desa Tambalan Gerjen, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, DIY. Foto diambil Minggu (22/8/2021). Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com

Tempat wisata baru yang diberi nama ‘mBulak Wilkel’ itu pun menjadi viral di media sosial karena view hamparan sawah dengan latar belakang perbukitan bagian dari Bukit Seribu. Jalan yang membentang dengan kanan kiri pepohonan yang cukup rimbun, serta dibangunnya tempat duduk di pinggiran jalan dan tengah sawah. Juga beberapa gubug-gubug unik nan artistik, menjadikan spot foto yang menarik.

Keberadaan gubug-gubug unik di pinggiran jalan ‘mBulak Wilkel’ untuk santai menikmati pemandangan hamparan sawah bagi pengunjung, Minggu (22/8/2021). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Supri selaku Koordinator Pemuda mBulak Wilkel menjelaskan, bahwa awal mula gagasan atau ide membuat mbulak (jalan di antara persawahan) menjadi tempat wisata karena sering melihat banyak orang momong anak di pinggiran jalan itu.

“Awal babat alas atau bersihkan tempat dan mulai membangun gubug-gubug itu sejak pertengahan bulan Puasa lalu. Ini juga masih dalam proses pembangunan, belum dibuka secara resmi. Bertujuan untuk menambah penghasilan warga setelah PPKM berakhir nanti,” terang Surpri, kepada Bernasnews.com, Minggu (22/8/2021).

Dikatakan, bahwa pembiayaan untuk membangun fasilitas umum itu dilakukan secara swadaya oleh anggota kelompok yang berkisar 24 orang. Nama Wilkel sendiri ada sejarahnya, berasal dari nama Wilayah Kelompok (Wilkel) ‘Tani Manunggal’, Kecamatan Pleret.

“Kelompok Tani Manunggal kita hidupkan kembali dengan tambahan kegiatan kepariwisataan. Kebetulan wilayah di sini banyak dengan peninggalan situs kerajaan Mataram Islam Kuno. Selain itu, kami bersama pemerintah desa juga sedang menjajagi wisata susur sungai (rufting) Kali Opak,” ujar Supri.

Mbak Gunarti (kiri) pemilik lapak Soto Bathok sedang melayani pengunjung yang santai di gubuk tengah sawah yang dibikin oleh Kelompok Pemuda Pleret, Bantul. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Letak obyek wisata alam ‘mBulak Wilkel’ berada di sebelah tenggara Kota Yogyakarta, tepatnya di Desa Tambalan Gerjen, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, DIY. Untuk menjangkaunya cukup mudah, dari perempatan Ringroad Kotagede ketimur lantas keselatan, sebelum sampai Pasar Pleret ketimur. Tanpa biaya masuk, untuk parkir kendaraan suka rela seikhlasnya.

Pengunjung bisa menikmati pemandangan berupa hamparan sawah dengan angin semilir sepoi-sepoi sembari menikmati kuliner yang ada antara lain, soto bathok, bubur, burjo, dan sega wiwitan nasi khas budaya petani. Kegiatan kelompok pemuda Pleret ini juga bertujuan mulia, yakni untuk pelestarian alam, khususnya keberadaan sawah-sawah yang berada di jalur hijau (subur) agar tidak punah. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here