Home Olahraga Nonton Pacuan Kuda “Paku Alam Cup VII” Berhadiah Motor

Nonton Pacuan Kuda “Paku Alam Cup VII” Berhadiah Motor

176
0
Ketua Panitia Pacuan Kuda "Paku Alam Cup VII - 2019" GPH Wijoyoo Harimurti SH, MM (kiri berdiri), KPH Indrokusumo (kiri duduk) beserta jajaran panitia dan Pengurus Pordasi DIY foto bersama usai pers confference, Kamis (20/06/2019). (Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Sebagai rangkaian puncak acara Peringatan 207 Tahun Hadeging Kadipaten Pakualam, Pura Pakualaman bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Dinas Pariwisata DIY, kembali menggelar kejuaraan Pacuan Kuda Tingkat Nasional “Paku Alam Cup VII – 2019”, Minggu, 23 Juni 2019, Jam 08:00 – Selesai, di Stadion Sultan Agung, Bantul, DIY.

Dalam kesempatan konferensi pers, Kamis (20/06/2019), di Ruang Rapat Danawara, Pura Pakualaman Yogyakarta, Ketua Panitia GPH Wijoyo Harimurti SH, MM, menjelaskan, pacuan kuda “Paku Alam Cup VII – 2019” akan dikemas berbeda dari tahun sebelumnya, baik dari segi penyelenggaraan maupun teknis di lapangan. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana aman dan nyaman untuk dapat dinikmati oleh semua pihak, serta memberikan pelayanan maksimal bagi para peserta.

“Akan ada sistem baru yang kita terapkan untuk menciptakan sebuah pacuan kuda yang aman dan nyaman agar semua dapat melihat jalannya lomba dengan senyaman mungkin. Juga akan ada kelas tambahan dalam pacuan yakni kelas ekstra dua tahun yang diikuti oleh kuda-kuda lokal dari DIY yang masih berumur dua tahun,” papar Wijoyo.

Sementara itu, penghageng Kadipaten Pakualam KPH Indrokusumo, menambahkan, bahwa penyelenggaraan kejuaraan pacuan kuda selain bagian dari acara peringatan hadeging (berdirinya) Kadipaten Pakualam, dimaksudkan untuk menumbuhkan dan menggiatkan kembali olahraga pacuan berkuda yang juga merupakan budaya bangsa Indonesia.

“Sejarah Kadipaten Pakualam perjanjian dengan kerajaan Inggris, kala itu pernah mempunyai legiun infantri dan kaveleri yang prajuritnya naik kuda. Pada zaman Jepang bahkan Pura Pakualaman pernah mempunyai 40 ekor kuda piaraan, petilasannya tempat pelihara kuda yang disebut kestalan pun masih ada,” terang Indrokusumo.

Pacuan Kuda Tingkat Nasional “Paku Alam Cup VII – 2019 akan diikuti lebih dari 130 ekor kuda pacu. Kuda-kuda tersebut berasal dari DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Sumatera. Pada kesempatan tersebut, penonton juga dapat menyaksikan kehebatan kuda bernama Johar Manik, yang memiliki kecepatan lari 2000 meter (2 km) ditempuh dalam waktu 2,04 menit dan telah mendapatkan berbagai kejuaran dalam kelas terbuka 2000 meter di Indonesia.

“Dalam perhelatan nanti panitia akan menyediakan tribun tempat duduk, tribun VVIP untuk pemilik kuda dan tamu undangan. Sedangkan penonton umum disediakan tribun khusus yang dapat menampung ribuan orang. Panitia juga akan mengundi doorprize bagi penonton, hadiah utama dooprize sebuah sepeda motor, sepeda, handphone, dan puluhan doorprize menarik lainnya,” imbuh Wijoyo Harimurti. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here