Home Opini Noken Solutions dan Perjuangan RA Kartini

Noken Solutions dan Perjuangan RA Kartini

207
0
Elna Febi Astuti, Founder Noken Solutions.Foto : Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – Emansipasi pada hakikatnya adalah “the process of giving people social or political freedom and rights” (Cambridge Dictionary). Kebebasan dan hak atas sosial-politik menjadi urgensi bagi definisi “emansipasi” yang terus didengungkan, terutama jika dikaitkan dengan perjuangan kaum perempuan. Secara khusus, perjuangan mendapatkan jaminan kesetaraaan hak dan penghapusan diskriminasi gender menjadi catatan historis bagi hampir semua bangsa.

Jika kita kembali ke sejarah dunia masa lampau, secara historis Revolusi Bolshevik 1917 di Rusia juga menandai begitu hingar bingarnya upaya perjuangan kelas dan pembebasan perempuan. Lenin menjadikan pembebasan perempuan “satu paket” dengan perjuangan kelas, sebagai sebuah prasyarat mutlak sebuah perjuangan (1).

Demikian pula dengan sejarah Cina di era rejim Sun Yatsen, di mana hegemoni kekuasaan secara sadar “memanfaatkan”, dalam perspektif positif, nafas perjuangan emansipasi perempuan melalui aktivitas-aktivitas Serikat Rahasia Tiongkok, satu organisasi sangat penting bagi penguasa di rentang tahun 1920-1949 (2).

Patut diakui, bahwa kedua rekam jejak historis tersebut seolah semakin menegaskan kekuatan perempuan. Raden Ajeng (RA) Kartini harus diakui menjadi salah satu ikon penting perjuangan emansipasi perempuan di negeri ini. Kegundahan Kartini yang tumbuh dan berkembang di tengah sistem sosial patriarki, membangkitkan kesadaran bagi dirinya untuk melawan.

Elna Febi Astuti. Foto : Dok Pribadi

Setidaknya hal tersebut secara tegas dituliskannya pada sepucuk surat untuk Estelle H Zeehandelaar, 25 Mei 1899. “Bukan hanya suara dari luar, dari Eropa yang masuk ke dalam hati saya, yang membuat saya menginginkan perubahan keadaan saat ini. Jauh semenjak saya kanak-kanak, ketika kata emansipasi belum ada bunyinya, belum ada artinya buat saya, tulisan dan karangan tentang hal itu jauh dari jangkauan saya, muncul dari dalam diri saya keinginan yang makin lama makin kuat, yaitu keinginan akan kebebasan, kemerdekaan, dan berdiri sendiri. Kemudian, keadaan yang berlangsung di sekitar saya―yang mematahkan hati dan membuat saya menangis, membangkitkan kembali keinginan itu” (3).

Gagasan perjuangan emansipasi perempuan (termasuk yang dilakukan oleh Kartini), acapkali ditangkap secara prematur oleh kacamata publik, yakni hanya sebatas soal kesetaraan antara hak laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam beragam bidang kehidupan. Namun sebenarnya, esensi emansipasi perempuan lebih jauh lagi, yakni mengenai bagaimana kaum perempuan mendapatkan haknya untuk merdeka, bebas untuk mengembangkan dirinya serta berkontribusi lebih banyak untuk kepentingan bangsa dan negara, tanpa sedikitpun menghilangkan jati dirinya. Tantangan perubahan sosial dan peradaban masa kini mengharuskan setiap manusia untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensinya, tidak terkecuali juga kaum perempuan.

Sejalan dengan gagasan tersebut, Noken Solutions juga berkomitmen penuh dalam perjuangan membela hak perempuan dan komunitas marginal untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender. Di luar aktivitasnya sebagai sebuah lembaga jasa konsultasi, Noken Solutions juga konsisten memberikan energi dan dukungan keterlibatannya terhadap upaya penghapusan segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan, anak dan komunitas marginal untuk memcapai kesetaraan dan keadilan gender.

Elna Febi Astuti. Foto : Dok Pribadi

Selaras dengan filosofi “noken” (tas tradisional Papua), yang memiliki makna kerja keras dan perubahan, aktivitas program dan kegiatan lembaga diarahkan untuk mendorong peningkatan kapasitas (capacity building) dan advokasi kebijakan yang tidak berpihak pada komunitas marginal dan menciderasi keadilan gender. Elna Febi Astuti, selaku founder Noken Solutions, memandang perlu sinergi multipihak, baik instansi pemerintah maupun swasta, dengan masyarakat, untuk mendorong perubahan perilaku maupun pola pikir melalui program dan kegiatan yang inovatif, kolaboratif, inklusif, dan partisipatif, demi terwujudnya esensi emansipasi perempuan.

Sosok Kartini sudah meletakkan pondasi dasar yang cukup kokoh dalam membangun emansipasi bagi diri kaum perempuan. Tugas selanjutnya diemban oleh generasi penerus bangsa. Kemerdekaan dan kemandirian tidak lahir secara cuma-cuma, melainkan hasil dari kerja keras dan semangat pantang menyerah. Noken Solutions sudah menjadi bagian kecil dari perjuangan emansipasi perempuan di masa kini. Bagaimana dengan Anda? Selamat Hari Kartini!

(1) Indira Damayanti, “Bolshevik dan Kaum Perempuan Dalam Pusaran Revolusi Rusia”, Perhimpunan Sosialis Revolusioner, 3 Mei 2017, https://www.revolusioner.org/teori-4/sejarah/revolusi-oktober/8633-bolshevik-dan-kaum-perempuan-dalam-pusaran-revolusi-rusia.html

(2) Tuty Enoch Muas, “Mengenal Lebih Dekat Triad dan Serikat Rahasia Tiongkok”,  SUSURGALUR: Jurnal Kajian Sejarah & Pendidikan Sejarah, 2(1) Maret 2014.

(3) Citra Mustikawati, “Pemahaman Emansipasi Wanita: Studi Hermeneutika Makna Emansipasi Wanita Dalam Pemikiran R. A. Kartini Pada Buku Habis Gelap Terbitlah Terang”, Jurnal Kajian Komunikasi, Volume 3, No. 1, Juni 2015.

(Elna Febi Astuti, selaku founder Noken Solutions)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here