Home Seni Budaya Noken Solutions dan Hati Btari Gelar “Papua Design Weeks”

Noken Solutions dan Hati Btari Gelar “Papua Design Weeks”

312
0
Para mahasiswa dan panitia dalam event Papua Design Weeks. Foto : Dok Panitia

BERNASNEWS.COM – Noken Solutions dan Hati Btari menginisiasi kegiatan seni dan budaya bertajuk Papua Design Weeks yang merupakan kegiatan kolaboratif mahasiswa Papua di kota Yogyakarta mulai 15 Desember 2020 hingga 11 Januari 2021.

Ika Permana Sari selaku perwakilan dari Hati Btari mengatakan, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tidak semata untuk mengungkap eksistensi dan kekayaan budaya Papua, namun sekaligus ingin menggugah dan meningkatkan jiwa entrepreneur anak muda Papua dalam menciptakan desain produk dan menemukenali peluang media promosi digital di era kemajuan teknologi.

“Dengan kata lain, Papua Design Weeks ingin mendorong lebih jauh pemaknaan kebudayaan asli Papua sebagai modal sosial, tidak hanya sebagai warisan sosial belaka,” kata Ika Permana Sari dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Kamis (24/12/2020).

Menurut Ika Permana Sari, secara keseluruhan kegiatan yang dilaksanakan meliputi focus group discussions (FGDs), workshop dan ditutup dengan pameran karya seni dan pentas kebudayaan yang akan ditampilkan secara virtual agar dapat dinikmati oleh publik secara luas. Rangkaian kegiatan Papua Design Weeks melibatkan sekurangnya 100 mahasiswa Papua dari berbagai asrama yang ada di Yogyakarta.

“Kami rutin menyelenggarakan kegiatan sosial dari kontribusi kami para anggota Hati Btari dengan tujuan agar dalam masa pandemi ini komunitas Hati Btari bisa saling peduli,” kata Ika Permana Sari.

Elna Febiastuti selaku Ketua Panitia dan Pencetus Papua Design Week mengatakan, kegiatan FGD di masing-masing asrama menjadi ruang dialog bersama teman-teman mahasiswa Papua untuk menyampaikan gagasan sosio-historis kultural dalam mengidentifikasi budaya dan produk karya seni yang akan diusulkan oleh masing-masing asrama.

“Usulan dan kesepakatan yang lahir dalam FGD menjadi rujukan dalam proses pembuatan karya seni dalam kegiatan workshop masing-masing asrama yang dilaksanakan pada 19-24 Desember 2020. Dalam pelaksanaannya, workshop melibatkan fasilitasi dari desainer-desainer lokal, yang sifatnya untuk elaborasi dan kolaborasi karya seni dan budaya Papua,” kata Elna Febiastuti.

Di penghujung kegiatan, karya seni dan budaya Papua dipamerkan secara virtual dan on site di Sangkring Art Space, Nitiprayan, Kab Bantul, DIY, pada 5-11 Januari 2021. “Pameran diharapkan tidak hanya menjadi perhelatan seni dan budaya kepada publik, namun didorong agar mampu menjadi ruang apresiasi dan media pemasaran produk dari teman-teman mahasiswa Papua di Yogyakarta. Pada akhirnya, seni dan budaya tidak semata dipandang sebagai obyek keindahan, melainkan menjadi peluang ekonomi baru,” kata Elna Febiastuti.

Menurut Elna Febiastuti, kebudayaan merupakan manifestasi semua unsur kehidupan suatu bangsa. Identitas otentik peradaban bangsa dibentuk seumur hidupnya oleh alam, zaman, pola hidup-perilaku, pola pikir, interaksi dan struktur sosial, adat, agama, bahasa, norma dan seluruh hasil cipta manusia yang tumbuh dan memiliki ciri khas dan jati diri. Hadirnya beragam wujud kebudayaan di seantero Nusantara yang dapat kita nikmati hari ini, seolah menegaskan kekayaan kebudayaan beserta entitas-entitas asli yang bermukim di sana. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here