Sunday, August 14, 2022
spot_imgspot_imgspot_img
spot_img
HomePendidikanNilai Kompetensi Membaca, Indonesia Berada di Peringkat 72 dari 77 Negara

Nilai Kompetensi Membaca, Indonesia Berada di Peringkat 72 dari 77 Negara

BERNASNEWS.COM – Nilai kompetensi Membaca masyarakat Indonesia berada dalam peringkat 72 dari 77 negara. Sementara untuk nilai Matematika, Indonesia berada di peringkat 72 dari 78 negara, sedangkan nilai Sains berada di peringkat 70 dari 78 negara.

“Literasi merupakan kemampuan membaca dan menulis. Perkembangan literasi menjadi sangat penting diperhatikan, karena literasi merupakan kemampuan awal yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk menjalani hidup di masa yang akan datang,” kata Ir Winda Nur Cahyo ST MT PhD, Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Minggu (11/10/2020).

Hal itu disampaikan terkait dengan diadakannya Webinar #1 dengan tema Strategi Meningkatkan Kompetensi Literasi, Mendukung Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) di Sektor Industri yang diadakan Program Studi Teknik Industri Program Magister, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII bekerjasama dengan FTI Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan dan FTI Universitas Balikpapan (UNIBA) Kalimantan Timur, Sabtu (10/10/2020).

Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSC PhD saat menjadi narasumber utama dalam Webinar #1 dengan tema Strategi Meningkatkan Kompetensi Literasi, Mendukung Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) di Sektor Industri yang diadakan Program Studi Teknik Industri Program Magister, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII bekerjasama dengan FTI Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan dan FTI Universitas Balikpapan (UNIBA) Kalimantan Timur, Sabtu (10/10/2020). Foto : Istimewa

Tampil sebagai narasumber utama dalam webinar tersebut adalah Prof Fathul Wahid ST MSc PhD, Rektor UII, dengan narasumber Prof Dr Ir Hari Purnomo MT IPU (Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia), Dr Ir H Zakir Sabara HW ST MT IPM ASEAN Eng.AK3U ( Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia, Sulawesi Selatan) dan Dr Ir Isradi Zainal MT MH MM IPU, ASEAN Eng (Dekan Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Balikpapan, Kalimantan Timur).

Menurut Winda Nur Cahyo, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi danPembangunan (OECD) mencatat, peringkat nilai Programme for International Student Assessment PISA Indonesia berdasarkan survei tahun 2018 berada dalam urutan bawah.

Para narasumber dan moderator Webinar #1 dengan tema Strategi Meningkatkan Kompetensi Literasi, Mendukung Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) di Sektor Industri yang diadakan Program Studi Teknik Industri Program Magister, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII bekerjasama dengan FTI Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan dan FTI Universitas Balikpapan (UNIBA) Kalimantan Timur, Sabtu (10/10/2020). Foto : Istimewa

Literasi lama mencakup kompetensi membaca, menulis dan berhitung (calistung), sedangkan literasi baru mencakup literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Literasi data terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi (bigdata) yang diperoleh.

Adapun Literasi Teknologi merupakan kemampuan untuk menggunakan, memahami, mengatur dan menilai inovasi yang melibatkan proses dan ilmu pengetahuan guna memecahkan masalah dan memperluas kemampuan.

Dalam Literasi teknologi juga terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi dan bekerja berbasis produk teknologi untuk mendapatkan hasil maksimal. Sedangkan Literasi Manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif, inovatif dan humanities.

Dalam kaitan dengan dunia pendidikan tinggi, menurut Winda Nur Cahyo, literasi menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang pelajar sebagai subyek pendidikan. Literasi merupakan kemampuan membaca dan menulis.
Untuk itu diperlukan peran perguruan tinggi melalui proses pembelajaran secara simultan diharapkan mampu memberikan literasi baru yang menyatu dalam penguatan kompetensi bidang keilmuan dan keahlian atau profesi.

Sehingga perlu adanya reorientasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, yang mampu mengintegrasikan capaian pembelajaran tiga capaian bidang literasi lama, literasi baru dan literasi keilmuan serta mampu mendukung transformasi SDM di sektor industri yang kekinian. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments