Home News NIK, Sumber Utama Data Pribadi yang Harus Dilindungi

NIK, Sumber Utama Data Pribadi yang Harus Dilindungi

36
0
Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate. Foto : Biro Humas Kemenkominfo

BERNASNEWS.COM – Hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia, sumber utama data pribadi adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK). Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak memberikan NIK kepada pihak lain jika bukan urusan penting.

“Masyarakat harus betul-betul menjaga NIK-nya, jangan terlalu cepat menyampaikan data-data terkait dengan NIK,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate di Ruang Cyber Drone Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Menurut Menteri Kominfo, data-data terkait NIK harus betul-betul diberikan melalui satu proses yang dapat dipertanggungjawabkan, dilakukan cek dan ricek secara berkala. “Karena data baru bisa diberikan dan digunakan kalau pemilik data memberikan konsen, tanpa konsen dari pemilik data, tidak boleh digunakan secara sah (oleh pihak lain),” ujar Menteri Kominfo seperti dikutip dari kominfo.go.id, Selasa (30/6/2020).

Dikatakan, jika ada yang menggunakan data tanpa konsen pemilik data,maka hal itu sudah tentu ilegal dan menggunakan data secara tidak sah. Penyalahgunaan data tersebut merupakan subyek pada tindakan pidana dan denda. “Jadi jaga NIK itu pasti, jangan terlalu mudah memberikan data NIK tanpa tahu betul apa tujuannya,” tandasnya.

Cara menjaga NIK, menurut pria asal Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT ini, pemilik data juga wajib menggunakan One Time Password (OTP) jika memiliki akun dalam platform tertentu. Selain itu, juga rutin mengganti password atau kata sandi.

“Langkah ini harus dilakukan demi mencegah kebocoran data. Kita gunakan password, harus sering diubah, jangan sampai kita menggunakan satu password yang sama dan password-nya itu diketahui pihak yang lain, data kita bisa bocor,” paparnya.

Menteri Johnny menekankan agar masyarakat melindungi data pribadi dengan selektif dalam memberikan NIK serta mengganti kata sandi secara berkala. “Jadi dua hal itu, hati-hati memberikan akses terhadap NIK kita, harus jelas tujuannya dan harus jelas kepada siapa itu diberikan, yang kedua pemilik data harus sering mengganti password,” kata Johnny G Plate. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here