Home News Ngobrol Budaya: UWM Paparkan Desain Tugu Jumenengan Desa Genjahan

Ngobrol Budaya: UWM Paparkan Desain Tugu Jumenengan Desa Genjahan

201
0
Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Sains dan Teknologi UWM memaparkan desain Tugu Jumenengan Desa Genjahan dalam acara Ngobrol Budaya, Kamis (28/1/2021), di Desa Genjahan, Ponjong, Gunungkidul. (Foto: Kiriman Humas UWM)

BERNASNEWS.COM — Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Widya Mataram (UWM) berkesempatan memaparkan desain Tugu Jumenengan Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama Tridharma perguruan tinggi bertema Pelestarian Bangunan Tradisional Jawa antara UWM, Universitas Gunungkidul (UGK), dan Desa Genjahan sebagai desa mitra.

Pengabdian kepada masyarakat tersebut dikemas dalam Ngobrol Budaya, Kamis (28/1/2021), di Desa Genjahan. UWM diwakili oleh Desy Ayu Krisna Murti, ST, MSc (Kaprodi Arsitektur), Dr. Satrio Hasto Broto Wibowo, ST, MSc dan Bayu Dwi Wismantoro, ST, MEng serta dibantu beberapa mahasiswa UWM.

Suasa giat Ngobrol Budaya, Kamis (28/1/2021), di Balai Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul. (Foto: Kiriman Humas UWM)

Sementara Tim Pengabdian UGK diwakili Septiono Eko Bawono, ST, MSc, MEng. Turut hadir dalam acara Agung Nugroho, SE Lurah Genjahan, Chairul Agus Mantara, SIP, MM selaku Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul yang didampingi Staf Bidang Arkeologi.

“Fokus pengabdian ini pada pengembangan desa wisata dan budaya Gunungkidul khususnya Genjahan karena menurut sejarahnya Genjahan merupakan desa pada awal peradaban di Gunungkidul. Bupati pertama di Gunung Kidul juga dimakamkan di Genjahan ini,” terang Desy.

Menurutnya, target dari pengabdiannya ialah membangun Desa Genjahan sebagai desa wisata yang maju dan berbudaya dengan mengedepankan arsitektur lokal. Dalam acara itu pihak pemerintah Desa Genjahan dan tim pengabdian UGK juga turut andil memberikan masukan terhadap desain yang dipaparkan.

“Diskusi terkait desain ini akan berlanjut hingga tercapai desain yang cocok. Pemaparan desain berlangsung kondusif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Kaprodi Arsitektur itu.

Ngobrol Budaya ini, lanjut Desy, akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam memajukan Gunungkidul khususnya bidang pelestarian warisan dan nilai budaya. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here