Home Opini New Normal, Saatnya untuk Melestarikan Kebudayaan Indonesia

New Normal, Saatnya untuk Melestarikan Kebudayaan Indonesia

2927
0
M.Fazal.Syamdhika, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman suku dan budaya, kekayaan itulah yang menjadikan negara Indonesia dikenal dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika “Berbeda Namun Tetap Satu Jua”. Negara Indonesia bahkan memiliki budaya yang dapat menarik perhatian dalam negeri maupun dunia internasional, maka sudah tidak asing lagi apabila melihat banyak warga negara asing yang mempelajari budaya Indonesia dan rela untuk menetap tinggal bahkan dalam jangka waktu lama. Ada beberapa contoh budaya yang sudah diakui dunia internasional, antara lain seperti, batik, gamelan, keris, angklung, wayang kulit, dan lain sebagainya.

Namun sejak adanya globalisasi, banyak budaya dari luar yang masuk ke tanah air. Budaya dari luar tersebut tentu saja memberikan dampak yang positif maupun negatif kepada masyarakat luas sehingga berpengaruh pada perubahan perilaku individu/ kelompok. Mulai dari cara berpakaian, kebiasaan/gaya hidup maupun cara berbicara. Selain itu tidak dapat dipungkiri, ada juga dampak positif yang dapat dirasakan dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang pesat sehingga dapat memajukan pemikiran dan pekerjaan manusia dari waktu ke waktu.

Fenomena saat ini di tengah pandemi yang melanda berbagai sektor, harus disiasati dengan cermat dan seksama. Eksistensi media online khususnya sebagai media mainstream dengan segala fiturnya yang telah digunakan oleh semua kalangan, dapat dimanfaatkan untuk melestarikan kebudayaan dari setiap daerah yang ada. Kebudayaan itu sendiri biasanya menyimpan nilai-nilai kearifan lokal dengan keunikan dan ciri khasnya masing-masing.

Dalam masa transisi seperti inilah, berbagai upaya dapat dilakukan oleh semua pihak untuk terus menjaga serta merawat kebudayaan di negeri ini sebagai warisan dari para leluhurnya, karena dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan memang sudah banyak terjadi peristiwa yang merugikan bangsa dengan banyaknya negara lain yang mengklaim budaya-budaya yang ada Indonesia. Pemerintah dalam hal ini, harus berusaha tanggap terhadap kasus yang dianggap cukup serius tersebut.

Untuk mengisi waktu luang agar terus produktif dengan semangat nasionalis, salah satunya kita bisa mengenalkan produk-produk lokal dengan keunggulan dan kualitas nilai yang sudah tidak perlu diragukan lagi tentunya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mensosialisasikan, mempromosikan, dan bahkan mendalami kebudayaan yang ada di negeri ini. Mahasiswa merupakan kaum muda yang cenderung memiliki gagasan dan kreatifitas menarik untuk menciptakan peluang dengan cara yang sangat kekinian agar mudah diterima dan diadopsi secara cepat di tengah tantangan industri 4.0 sekarang ini.

Tiga aspek penting yang harus diimplementasikan dari generasi ke generasi yaitu dengan adanya keseimbangan antara kebudayaan, pengetahuan dan penggunaan teknologi itu sendiri. Keleluasaan dalam mengakses segala jenis informasi dan interaksi di dunia maya menjadi ruang alternatif yang sangat fleksibel digunakan kapan saja dan di mana saja oleh para penggunanya.

Kebudayaan-kebudayaan baru yang ada harus diselaraskan dengan pola pikir yang matang sebagai bagian dari identitas jati diri bangsa. Latar belakang masyarakat Indonesia yang majemuk, sebenarnya mampu memberikan kontribusi besar di era digital yang serba praktis dengan peran komunikasi di dalamnya. Gerbang New normal, setidaknya dapat mewujudkan gerakan baru yang tetap menyelipkan nilai-nilai kebudayaan disetiap aktifitas publik tersebut. (M.Fazal.Syamdhika, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here