Home News Netizen Tolak Ajakan Kontras Desak Presiden Hentikan Pengaduan LBP

Netizen Tolak Ajakan Kontras Desak Presiden Hentikan Pengaduan LBP

31
0
Ferdinand Hutahaean. Foto: Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Kontras, sebuah LSM yang bergerak di bidang HAM, menggalang dukungan dari berbagai kalangan untuk mendesak Presiden Joko Widodo, Menko Luhut Binsar Pandjaitan dan Polda Metro Jaya untuk segera dan tanpa syarat menghentikan proses kriminalisasi terhadap Fatia dan aktivis lainnya.

Kami butuh dukunganmu untuk mendesak Presiden Joko Widodo, Menko Luhut Binsar Pandjaitan, dan Polda Metro Jaya untuk segera dan tanpa syarat menghentikan proses kriminalisasi terhadap Fatia dan aktivis lainnya,” tulis Kontras di akun twitter @KontraS yang diunggah pada Senin, 22 November 2021.

Namun, boro-boro mendapat dukungan, ajakan Kontras justru mendapat kecaman dari warganet dn ditolak. Bahkan ada yang menyebut ajakan Kontras itu sebagai sikap pengecut karena dalam kasus tertentu Kontras menentang intervensi, namun dalam kasus yang dihadapinya justru memint intervensi.

Pengecut dan tanda ketakutan. Untuk kasus yang lain dibilang Presiden jangan intervensi hukum..sekarang diminta intervensinya. Di Pengadilan saja dibuktikan. Ini jadi sarana pembelajaran buat semua. Tapi kalo sudah salah dan takut yah lambaikan tangan dan minta maaf saja,” komentar Jumhadi dikutip Bernasnews.com di akun twitter @jumhadi untuk menanggapi ajakan Kontras tersebut.

Sementara Macky Hikmatin di akun @hikmatin justru meminta Kontras agar hadapi kasus tersebut hingga ke pengadilan untuk membuktikan semua tuduhan, tak perlu ajak-ajak rakyat untuk ikut mendesak Presiden Jokowi untuk intervensi. “maju aja ke pengadilan, buktikan semua tuduhan kalian itu benar. ngapain ngajak2 rakyat ? adalah hak semua orang untuk melaporkan secara hukum hal/ ujaran yang merugikan dirinya. sebelah mana kriminalisasinya?,” komentr Hacky Hikmatin.

Sedangkan pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa kalau benar maka Kontras harus berani menghadapi kasus tersebut. “Memangnya cuma kalian yg punya HAM hingga bebas memfitnah sesukanya? Kalian jgn bikin malu, kalau benar harus berani, tak usah berlindung atau sembunyi dibalik narasi seolah kalian korban. Justru kalian pelaku dan yg kalian fitnah adalah korban. Dasar pengecut..!!,” komentar Ferdinand Hutahaean.

Kemudian, akun @zoepr406 juga mempertanyakan apakah Kontras mau otoriter, karena tidak punya kuasa saja mau intervensi hukum. “Kalian Mau otoriter? Gak punya kuasa saja mau intervensi hukum. Semoga dijauhkan dari kekuasaan,” komentar @zoepr406.

Dikit2 kriminalisasi, mereka sendiri yg “mengkriminalisasi” dirinya, makanya punya otak n hati tuh di pake, berani berbuat hrs berani bertanggung jawab, jgn cemen jd org,” komentar Oyyi di akun @Oyyi14.

Sementara Patar D Martin di akun @patardaniel mengtakan bahwa kalau yakin LBP bohong dan terlibat, seharusnya KontraS dukung ke pengadilan biar buka-bukaan. “Itu sudah ditemani sama YLBH dan lain-lain, masa malah minta kasus distop? Ada apa?,” komentar Patar D Martin. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here