Home News Nano Spray Ekstrak Jeruk Nipis Dapat Cegah Radiasi Gadget

Nano Spray Ekstrak Jeruk Nipis Dapat Cegah Radiasi Gadget

79
0
Ketua Tim Mahasiswa FIPA UNY Madda Nur Abidin dari Prodi Biologi menunjukkan karyanya berupa Nano Spray dari ekstrak kulit jeruk nipis. (Foto: Kiriman Humas UNY)

BERNASNEWS.COM — Pencegahan bahaya radiasi dari sinar biru dengan menggunakan screen protector pada layar handphone, komputer maupun laptop dan juga perisai malam pada handphone untuk meredupkan cahaya pada layar tidaklah cukup.

Masih jarang ditemukan inovasi untuk melindungi kulit wajah secara langsung. Kulit wajah yang terkena paparan sinar biru perlu dilindungi dengan produk yang mampu diaplikasikan pada wajah secara langsung yang aman dan nyaman penggunaannya.

Oleh karena itu mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat nano spray dari ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) untuk antiradiasi akibat paparan sinar biru dari gawai (gadget). Mereka adalah Madda Nur Abidin Prodi Biologi, Atikah Zukhrufiyah Widodo Prodi Pendidikan Biologi, Yuliari Suprihatin dan Riza Alfiyatun Prodi Kimia, serta Andini Jihan Ningrum Prodi Pendidikan Matematika.

Menurut Madda Nur Abidin, mereka mengoptimalkan kulit jeruk nipis sebagai upaya pencegahan masuknya radikal bebas menjadi sediaan nano spray. “Nano spray adalah minyak semprot yang menggunakan teknologi nanometer untuk mengubah air menjadi partikel atom dalam beberapa detik sehingga nutrisi dan kadar oksigen dalam air bisa masuk ke dalam pori-pori kulit,” paparnya.

Bentuk nano spray ekstrak kulit jeruk nipis yang sudah dimasukan dalam kemasan botol. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Nano spray ekstrak kulit jeruk nipis, terang Madda Nur Abidin, lebih praktis dan efektif untuk mencegah radikal bebas pada kulit karena memiliki antioksidan yang tinggi dan dijadikan partikel atom hingga dapat langsung terserap kulit.

Atikah Zukhrufiyah Widodo menambahkan, bahwa jeruk nipis merupakan salah satu tanaman toga sebagai obat diantaranya sebagai penurun panas, diare, menguruskan badan, antiinflamasi, antibakteri dan antioksidan. “Kulit jeruk nipis berperan sebagai antioksidan dan dapat diolah untuk mendapatkan kandungan pektin dan flavonoid,” kata Atikah.

Dikatakan, flavonoid pada kulit jeruk berperan sebagai antioksidan, yang merupakan sebutan untuk zat pelindung tubuh dari serangan radikal bebas, antara lain vitamin, polipenol, karotin dan mineral. “Antioksidan melakukan semua itu dengan cara menekan kerusakan sel yang terjadi akibat proses oksidasi radikal bebas, membantu menghentikan proses perusakan sel,” beber Atikah.

Sementara itu, Yuliari Suprihatin menjelaskan, nanospray kulit jeruk nipis ini telah diujikan di laboratorium. Langkah pertama pembuatannya adalah mengekstrak kulit jeruk nipis. “Kulit jeruk nipis yang didapat dari produsen jamu dicuci terlebih dahulu. Timbang kulit jeruk nipis yang telah dipotong,” ujarnya.

Lanjut Yuliari, keringkan kulit jeruk nipis menggunakan lemari pengering selama 1×24 jam. Kulit jeruk yang telah kering ditimbang lalu dihaluskan dan diayak. Pembuatan ekstrak dimulai dengan maserasi etanol 9 persen hari pertama selama 1×24 jam dengan perbandingan berat serbuk banding volume etanol sama dengan 1 banding 3 bagian, sambil digojog secara berkala. Remaserasi dilakukan selama 3×24 jam.

“Hasil ekstraksi yang diperoleh dipekatkan menggunakan alat vacum rotary evaporator hingga mendapat ekstrak kental. Lalu, rendemen dihitung berdasarkan ekstrak kental yang didapatkan,” kata Yuliari.

Pembuatan nano spray kulit jeruk nipis dilakukan dengan mencampurkan minyak zaitun, tween 80, gliserin, ekstrak yang telah dilarutkan dalam etanol dan akuades pada alat stirrer selama 15 menit. “Setelah semua tercampur dilakukan sonikasi selama 30 menit pada suhu 30oC untuk mendapatkan cairan yang homogen sampai partikel tersebar merata,” jelas Yuliari.

Tim mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pembuat nano spray dari ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) untuk antiradiasi akibat paparan sinar biru dari gawai (gadget). Foto: Kiriman Humas UNY.

Dalam proses berikutnya, Riza Alfiyatun memaparkan hasil pengujian ketiga formula sediaan nanospray memiliki ukuran globul yang sesuai yakni, 13,63 nm (F1), 13,36 nm (F2) dan 13,33 nm (F3). Ukuran tersebut sesuai dengan kriteria ukuran globul sediaan nanoemulsi yaitu 10-200 nm, sehingga pada hasil tersebut menyatakan bahwa nanospray ekstrak kulit jeruk nipis sudah masuk dalam kategori ukuran nano.

Hasil uji iritasi sediaan nanospray tidak ditemukan adanya iritasi. Pengujian iritasi sediaan memiliki tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan sediaan memiliki keamanan terhadap kulit ketika sediaan diaplikasikan pada kulit, dimana reaksi iritasi ditandai dengan adanya kemerahan, gatal-gatal, dan bengkak pada kulit.

Hasil pengujian pH pada sediaan nano spray pada ketiga formula yaitu 5 sehingga hal ini menunjukkan bahwa nano spray ekstrak kulit jeruk nipis aman digunakan dikulit dan tidak mengiritasi kulit. “Potensi khusus pada penelitian ini yaitu mampu meningkatkan nilai ekonomis kulit jeruk nipis yang biasanya hanya sebagai limbah,” ungkap Riza.

Dalam pengujian di laboratotium, sediaan nanospray ekstrak kulit jeruk nipis F3 memiliki karakteristik yang baik dengan ukuran globul 13,33 nm dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk nano spray yang dapat dikomersialkan. Karya ini berhasil meraih dana Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta tahun 2021. (*/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here