Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeNewsNangka Multifungsi, DIY Canangkan Hutan Keistimewaan Nangka di Gunungkidul

Nangka Multifungsi, DIY Canangkan Hutan Keistimewaan Nangka di Gunungkidul

BERNASNEWS.COM – Tanaman nangka multifungsi. Buah nangka yang masih muda menjadi bahan baku produksi makanan gudeg, buah yang sudah matang dan bijinya pun bisa dimakan. Sementara daunnya untuk makanan ternak sapi atau kerbau dan kambing, sedang batang pohon atau kayunya bisa jadi bahan baku mebel atau keperluan lain bahkan menjadi bahan gamelan.

Karena itu, DIY mencanangkan penanaman bibit tanaman nangka di Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu 29 Januari 2022 oleh Menteri LHK, Menteri ATR/BPN, Menkopolhukam dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang juga diikuti Menkopolhukam Mahfud MD. Hal ini juga sebagai upaya DIY untuk mengembangkan potensi kebudayaan lokal.

Mengkopolhukam Mahfud MD menanam bibit nangka secara simbolis dalam pencanagan hutan keistimewaan pohon nangka di Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu 29 Januari 2022. Foto: [email protected]

“Sebagai warga Yogya, saya tadi siang ikut menanam pohon nangka di Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, DIY, bersama Ibu Menteri LHK, Bapak Menteri ATR/BPN dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X,” tulis Menkopolhukam Mahfud MD di akun instagramnya.

Hutan nangka tersebut terletak di Hutan Petak 58, RPH Candi, BDH Karangmojo, Balai KPH Yogyakarta. Menurut Sri Sultan HB X, tanaman nangka perlu dilestarikan karena juga menjadi bahan dasar dari pembuatan kendhang, salah satu instrumen gamelan.

ttps://www.instagram.com/humasjogja/

Dalam perkembangannya, menurut Ngarsa Dalem, pembuatan gamelan sendiri kini tidak lagi hanya untuk memenuhi permintaan dari lokal DIY, lembaga di level daerah ataupun nasional, melainkan juga untuk memenuhi permintaan dari para duta besar Indonesia yang berada di negara lain, baik di Eropa, Amerika maupun Asia, sebagai salah satu upaya strategi pendekatan politik mereka.

Sultan HB X bersama Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan Menkopolhukam ngobrol serius di sel-sela acara pencanangan hutan keistimewaan pohon nangka di Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu 29 Januari 2022. Foto: [email protected]

Sementara Mahfud MD mengatakan bahwa pohon nangka sangat multifungsi. “Tahukah anda bahwa gudeg yg disantap di kota Yogya itu, bahan nangkanya didatangkan dr luar DIY, krn pohonnya semakin terbatas di Yogya. Pohon nangka jg bahan utama membuat gendang utk gamelan dan bisa utk joglo, yg permintaannya kian tinggi terutama oleh para diplomat kita di luar negeri, sbg bagian dr diplomasi budaya. Jadilah lahan seluas 30 ha ini dilakukan pemancangan keistimewaan hutan nangka, refleksi keistimewaan Yogya sebagai kota gudeg. Selain sbg upaya ketahanan pangan utk lestarikan gudeg, juga ketahanan budaya utk pertahankan gamelan dan joglo,” tulis Mahfud MD dikutip Bernasnews.com di akun instagramnya.

https://www.instagram.com/mohmahfudmd/

“Prof koreksi sekedik nggih bukan Karang Mojo tapi di gabung menjadi Karangmojo dan bukan Gunung Kidul tapi juga digabung menjadi Gunungkidul,” komentar Danang Saputro di akun instagram @danang_saputr00 pada kolom komentar. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments